medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi penjualan daging murah di Ibu Kota khusus murid Sekolah Dasar (SD) pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Daging itu dijual seharga Rp39 ribu per kilogram.
"Iya buat murid SD saja, enggak cukup kuotanya," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
Ahok sempat berencana memberikan daging murah kepada 531 ribu penerima KJP seluruh tingkatan. Namun setelah dilakukan pengkajian, kuota subsidi yang dimiliki DKI tidak cukup.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, ada sebanyak 157 ton daging sapi dan ayam yang siap dipasarkan.
"Belum semuanya. Kira-kira baru seperempat. Sekarang yang SD saja dulu untuk perbaikan gizi. Ini baru percobaan," kata Darjamuni.
Pemasaran dilakukan di 62 titik. Di antaranya di sekolah, di rusun dan titik-titik yang sudah disiapkan. Di sekolah dilakukan saat libur. "Jadi tanggal 27 Juni-1 Juli pelaksanaannya," ujar Darjamuni.
Darjamuni menerangkan, pemiliki KJP SD yang ada di Jakarta hanya bisa membeli daging satu kilogram. Mereka harus memilih salah satu: daging ayam atau daging sapi. Sementara yang di Kabupaten Kepulauan Seribu diberi kebebasan, karena banyak murid SD yang belum pernah makan daging.
Pemerintah DKI mengeluarkan anggaran Rp700 miliar untuk mensubsidi harga daging yang cenderung melonjak selama Ramadan dan Idul Fitri. Harga daging sapi sampai saat ini masih bertahan di kisaran Rp114 ribu per kg.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi penjualan daging murah di Ibu Kota khusus murid Sekolah Dasar (SD) pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Daging itu dijual seharga Rp39 ribu per kilogram.
"Iya buat murid SD saja, enggak cukup kuotanya," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
Ahok sempat berencana memberikan daging murah kepada 531 ribu penerima KJP seluruh tingkatan. Namun setelah dilakukan pengkajian, kuota subsidi yang dimiliki DKI tidak cukup.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, ada sebanyak 157 ton daging sapi dan ayam yang siap dipasarkan.
"Belum semuanya. Kira-kira baru seperempat. Sekarang yang SD saja dulu untuk perbaikan gizi. Ini baru percobaan," kata Darjamuni.
Pemasaran dilakukan di 62 titik. Di antaranya di sekolah, di rusun dan titik-titik yang sudah disiapkan. Di sekolah dilakukan saat libur. "Jadi tanggal 27 Juni-1 Juli pelaksanaannya," ujar Darjamuni.
Darjamuni menerangkan, pemiliki KJP SD yang ada di Jakarta hanya bisa membeli daging satu kilogram. Mereka harus memilih salah satu: daging ayam atau daging sapi. Sementara yang di Kabupaten Kepulauan Seribu diberi kebebasan, karena banyak murid SD yang belum pernah makan daging.
Pemerintah DKI mengeluarkan anggaran Rp700 miliar untuk mensubsidi harga daging yang cenderung melonjak selama Ramadan dan Idul Fitri. Harga daging sapi sampai saat ini masih bertahan di kisaran Rp114 ribu per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)