Lilik di depan kontrakan yang selama ini didiami keluarga Dafa Mustaqiem. Foto: MTVN/Deny Irwanto
Lilik di depan kontrakan yang selama ini didiami keluarga Dafa Mustaqiem. Foto: MTVN/Deny Irwanto

Sebelum Tewas, Bocah Dafa Dikenal Santun

Deny Irwanto • 25 Oktober 2016 12:23
medcom.id, Jakarta: Dafa Mustaqim, 7, dikenal santun dan pendiam. Meski kerap diduga dianiaya ibu tirinya, Dafa tidak pernah mengeluh dan memperlihatkan rasa sakit kepada tetangga. Bocah sekolah dasar itu akhirnya meninggal, Sabtu 22 Oktober 2016.
 
Kehidupan keluarga Dafa terlihat normal. Tidak pernah terdengar keributan dari rumah kontrakan yang terletak di Jalan Swadaya 1, Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan, Tangerang.
 
"Enggak pernah dengar suara marah-marah, baru empat bulan ngontrak. Sebelumnya di Kedaung, Joglo, Jakarta Barat," kata Lilik, tetangga Dafa, kepada Metrotvnews.com, Selasa (25/10/2016).
 
Lilik mengaku tidak pernah curiga kepada Yati, ibu tiri yang diduga kerap menganiaya Dafa. Yati dikenal sosok apa adanya dan ngobrol ala kadarnya dengan tetangga. Selain bersama Yati, Dafa tinggal bersama bapaknya, Mustaqim, serta kakak tirinya, Rahma, 13.
 
"Tingkah Yati biasa saja, keluar belanja, jemur baju, masuk rumah lagi. Ketemu tetangga senyum, menyapa," kata Lilik.
 
Selain tidak pernah mendengar suara keributan, Lilik tidak pernah mendengar atau melihat Dafa menangis kesakitan. Dafa dikenal tetangga sebagai sosok yang pendiam dan santun.
 
Sebelum Tewas, Bocah Dafa Dikenal Santun 
Polisi membongkar makam Dafa di Tempat Pemakaman Umum Kober, Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Ciledug untuk dilakukan autopsi. Foto: MTVN/Ceny Irwanto.
 

"Enggak pernah dengar Dafa nangis. Dia anaknya pendiam, tapi kalau disuruh nurut. Dafa suka main sama ponakan saya, melihat Dafa seperti enggak ada apa-apa," ujar Lilik.
 
Dafa diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya. Sebelum meninggal, Dafa sempat dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug. Namun, karena keterbatasan biaya, Dafa tidak mendapat perawatan di ruang Intensif Care Unit (ICU) hingga meninggal.
 
Dugaan penganiayaan mencuat karena Dafa kerap mengadu ke gurunya. Kepada guru, anak kelas 1 SD itu sering dipukul ibu tirinya menggunakan sapu.
 
Melihat ada yang janggal, guru dan orang tua murid melaporkan dugaan penyiksaan yang dilakukan Yati ke Polsek Ciledug pada, Sabtu 22 Oktober 2016.
 
Untuk membuktikan laporan tersebut, polisi membongkar makam Dafa di Tempat Pemakaman Umum Kober, Jalan H.O.S. Cokroaminoto, Ciledug untuk dilakukan autopsi. Hasil autopsi baru bisa diketahui setelah enam hari.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>