Jakarta: Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jakarta kembali ditiadakan sementara. Belum diketahui penyebab penyetopan sementara kegiatan tersebut.
"Benar (CFD dihentikan sementara)," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2020.
Sebuah gambar dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait penghentian sementara kegiatan CFD sempat beredar di publik. Gambar tersebut menerangkan, kegiatan HBKB/CFD di kawasan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin per 28 Juni 2020 ditiadakan sementara sampai batas waktu yang akan ditentukan kembali.
Baca: 40.000 Warga Padati Area CFD pada 21 Juni
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta pelaksanaan CFD ditinjau kembali. Pembukaan CFD dinilai menjadi tempat berkumpulnya massa.
"Kami minta untuk ditinjau kembali karena kalau jadi saluran untuk penularan (covid-19) lagi kan juga bahaya," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2020.
Prasetyo menyoroti kasus lima orang yang dinyatakan reaktif covid-19 lolos dan berkegiatan di CFD. Meski, hasil swab test menyatakan mereka negatif covid-19.
Dia menyebut sejumlah warga juga belum menerapkan protokol kesehatan covid-19. Terutama, pelarangan anak di bawah umur lima tahun, ibu hamil, dan orang lanjut usia di atas 60 tahun beraktivitas di CFD.
Jakarta: Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jakarta kembali ditiadakan sementara. Belum diketahui penyebab penyetopan sementara kegiatan tersebut.
"Benar (CFD dihentikan sementara)," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2020.
Sebuah gambar dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait penghentian sementara kegiatan CFD sempat beredar di publik. Gambar tersebut menerangkan, kegiatan HBKB/CFD di kawasan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin per 28 Juni 2020 ditiadakan sementara sampai batas waktu yang akan ditentukan kembali.
Baca: 40.000 Warga Padati Area CFD pada 21 Juni
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta pelaksanaan CFD ditinjau kembali. Pembukaan CFD dinilai menjadi tempat berkumpulnya massa.
"Kami minta untuk ditinjau kembali karena kalau jadi saluran untuk penularan (covid-19) lagi kan juga bahaya," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2020.
Prasetyo menyoroti kasus lima orang yang dinyatakan reaktif covid-19 lolos dan berkegiatan di CFD. Meski, hasil
swab test menyatakan mereka negatif covid-19.
Dia menyebut sejumlah warga juga belum menerapkan protokol kesehatan covid-19. Terutama, pelarangan anak di bawah umur lima tahun, ibu hamil, dan orang lanjut usia di atas 60 tahun beraktivitas di CFD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)