Relokasi Pedagang di Puncak Dikhawatirkan Picu Kriminalitas

Dhaifurrakhman Abas 09 Februari 2018 19:21 WIB
Penataan Kawasan Puncak
Relokasi Pedagang di Puncak Dikhawatirkan Picu Kriminalitas
Bangunan pedagang di pinggir Jalan Raya Puncak. Foto: MTVN/
Bogor: Pedagang dan warga sekitar kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menolak rencana pemerintah menggusur dan merelokasi mereka dari pinggir Jalan Puncak Raya. Mereka mengklaim kebijakan itu akan menjadikan kawasan Puncak rawan kriminalitas.
 
Pemerintah berencana membongkar bangunan dan merelokasi pedagang yang berjualan di atas ruang milik jalan (rumija) di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Koordinator pedagang Puncak, Dadang Sukendar, mengatakan penggusuran akan berdampak pada sepinya Jalan Raya Puncak. Apalagi kondisi jalan saat malam tidak diterangi lampu penerangan yang memadai. Kondisi tersebut akan membahayakan warga maupun wisatawan yang melintas.

Baca: Tata Ruang di Kawasan Puncak Harus Diatur Ulang    

"Pengawasan kepada warga maupun wisatawan yang melintas berkurang. Ditambah lagi jalan sepi dan gelap, warga yang melintas berpotensi menjadi korban kejahatan," ujar Dadang kepada Medcom.id, di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 9 Februari 2018.
 
Warga setempat, Sabon, 66, mengatakan penggusuran akan mengembalikan Jalan Puncak Raya seperti dulu, sepi dan gelap. Pada siang hari hanya beberapa warga yang menjalani aktivitas keseharian sebagai petani teh.
 
"Kondisi jalan rawan kecelakaan. Takutnya nanti enggak ada yang mengawasi. Kalau dulu banyak kecelakaan ada mayat di pinggir jalan enggak ada yang tahu. Karena enggak terawasi, jalanan sepi," ujar Sabon.
 
Namun, kata Sabon, ada positifnya jalur Puncak dijadikan seperti dulu. Eksploitasi wisata berujung bencana akan berkurang.
 
"Pedagang digusur, jalan sepi, otomatis vila ilegal ikut gulung tikar. Drainase akan kembali membaik seperti dulu," kata Sabon.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id