NEWSTICKER
Ilustrasi: Wilayah padat penduduk. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.
Ilustrasi: Wilayah padat penduduk. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Kota Depok Perketat Pendatang Baru

Nasional depok
Kisar Rajaguguk • 08 November 2017 08:50
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Kota Depok memperketat syarat izin tinggal bagi penduduk/ pendatang baru. Pasalnya, kurang dari 20 tahun, Kota Depok diprediksi menjadi kota terpadat penduduknya se-Indonesia karena tingginya jumlah pendatang
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pembangunan Daerah (BP4D) Kota Depok Hardiono mengatakan, pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Depok disebabkan meningkatnya pembangunan infrastruktur. Jalan, transportasi publik, sekolah, kampus, dan pusat perbelanjaan tradisional dan nasional terus tumbuh.
 
"Luas Kota Depok 200,3 hektare, jumlah penduduknya 2,1 juta jiwa. Pertumbuhan penduduknya 3,5% hingga 5% per tahun. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) telah mengingatkan kami segera mengantisipasi ledakan penduduk ini," ungkap Hardiono, Selasa, 7 November 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gencarnya pembangunan infrastruktur dan berbatasan langsung dengan Jakarta menjadikan Depok sebagai tujuan pendatang baru. Berdasarkan kajian Kementerian PPN, Depok akan mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat tinggi di 2045. Dari 2, 6 juta jiwa naik menjadi 14 juta jiwa.
 
"Angka ini diambil dari kenaikan penduduk di Kota Depok yang mencapai 500 ribu jiwa per tahunnya," jelasnya.
 
Regulasi Pemkot Depok, jelas Hardiono, tidak bisa melarang siapa pun untuk menetap. Namun, pihaknya harus mengendalikan jumlah penduduk yang terus meningkat, khususnya bagi pendatang baru.
 
Salah langkah pengendalian dengan membuat surat keterangan tempat tinggal (SKTT) yang berlaku enam bulan. Mereka yang tidak memiliki SKTT tidak akan diizinkan tinggal di Depok. Selain itu, surat keterangan bekerja atau memiliki keterampilan.
 
"Penduduk yang datang pasti menambah jumlah sampah dan masalah sosial jika tidak mempunyai keterampilan. SKTT itu wajib bagi yang ingin menetap di Kota Depok," kata Hardiono.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Jorghi mengatakan akses yang semakin mudah ke Kota Depok turut berperan pada meningkatnya jumlah penduduk. Apalagi, pembangunan jalan baru di sebelah kiri ruas Tol Cijago akan membantu mengurangi beban lalu lintas jalan yang semakin padat di Jalan Margonda, Jalan Sawangan, dan Jalan Cinere.
 
"Bila jalan tembus dibangun, arus lalu lintas kendaraan Depok menuju Jakarta akan lancar. Terlebih jika Tol Depok-Antasari sudah beroperasi, arus lalu lintas akan semakin lancar," kata dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif