Ilustrasi- uji coba electronic road pricing (ERP). ANT/M Adimaja.
Ilustrasi- uji coba electronic road pricing (ERP). ANT/M Adimaja.

Masyarakat Diminta Tak Khawatir ERP Diterapkan

Nasional erp jakarta
Putri Anisa Yuliani • 21 November 2019 08:28
Jakarta: Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono meminta masyarakat tak khawatir dengan penerapan electronic road pricing (ERP). Bambang menegaskan ERP akan diuji coba terlebih dulu sebelum diterapkan.
 
Bambang mengatakan kebijakan ERP berpihak kepada kepentingan masyarakat dengan prinsip berkeadilan. Pengguna kendaraan bukan angkutan umum dikenakan biaya ketika melewati koridor yang diberlakukan ERP. Biaya semakin mahal jika koridor itu macet.
 
“Jadi ERP bukan berarti kendaraan yang lewat harus membayar. Namun kendaraan yang menyebabkan kemacetan pada ruas jalan tertentu akan dikenakan biaya atau yang kita sebut dengan congestion charge,” kata Bambang di Jakarta, Rabu, 20 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan prinsip berkeadilan karena masyarakat bisa memilih menggunakan kendaraan pribadi tapi dikenakan biaya ERP atau beralih menggunakan angkutan umum. Penghasilan dari ERP akan menjadi pendapatan negara bukan pajak yang sepenuhnya digunakan meningkatkan penyelenggaraan transportasi umum di wilayah itu.
 
Masyarakat juga tak perlu khawatir mobilitasnya terganggu. Penerapan ERP akan dilengkapi kebijakan pendukung lain. Misalnya, kata dia, pemerintah akan membenahi fasilitas angkutan umum jika belum memadai.
 
“Kemacetan di Jabodetabek sudah menimbulkan banyak kerugian dan menurunkan kualitas hidup manusia dan lingkungan, oleh karena itu pemecahan masalah kemacetan butuh partisipasi semua pihak,” kata Bambang.
 
Data Bappenas 2017 menyebutkan kerugian akibat kemacetan di Jakarta sekitar Rp65,7 triliun setiap tahun. Angka tersebut akan berkembang lebih besar untuk lingkup Jabodetabek. Selain itu, polusi udara karena kemacetan lalu-lintas menyebabkan kualitas udara di langit Jakarta dan kota sekitarnya sering membahayakan kesehatan.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif