Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)--Medcom.id/Faisal Abdalla.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)--Medcom.id/Faisal Abdalla.

Dalih Anies Keluarkan IMB Pulau Reklamasi

Nasional reklamasi teluk jakarta
Nur Azizah • 14 Juni 2019 04:35
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya buka suara terkait penerbitan izin mendirikan bangunan di Pulau reklamasi. Dia beralasan penerbitan IMB tak ada hubungannya dengan pulau reklamasi.
 
Menurutnya, reklamasi berbeda dengan lahan hasil reklamasi. Reklamasi adalah kegiatan membangun daratan di atas perairan.
 
"Jadi yang dimaksud dengan reklamasi adalah pembuatan lahan baru. Ada 17 pantai atau pulau yang akan dibangun di teluk Jakarta. Kini Kegiatan reklamasi itu telah dihentikan. Semua ijin reklamasi telah dicabut," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada 13 pulau yang dihentikan pembangunan dan ada empat kawasan pantai yang sudah terbentuk. Anies menyebut empat kawasan tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan hukum dan kepentingan publik.
 
"IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tapi IMB adalah soal ijin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan. Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan," dalihnya.
 
Dia pun kembali menegaskan bahwa IMB dan Reklamasi adalah dua hal berbeda. Manta Mendikbud ini menyampaikan pemberhentian proyek reklamasi sesuai janjinya saat kampanye.
 
Sebelumnya, Pemprov DKI telah menerbitkan satu IMB yang mencakup ratusan bangunan. IMB itu terdiri dari 202 ruko kantor dan 409 rumah mewah di lahan reklamasi Pulau C dan D.
 
Dapat diketahui sebelumnya Anies telah mencabut perizinan 13 dari 17 Pulau Reklamasi. Sementara empat pulau tetap dilanjutkan, dengan pengelolaannya diambil alih Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Jakpro.
 
Sedangkan Pulau C, D (pemegang izin perusahaan swasta besar), G (PT Muara Wisesa Samudra) dan N (PT Pelindo II) izinnya tidak dicabut lantaran sudah terlanjur dibangun. Saat itu, Anies mengatakan, pulau-pulau reklamasi yang sudah dibangun akan dimanfaatkannya untuk kepentingan publik. Namun ia tidak merinci bentuk pemanfaatannya.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif