Petugas Dinas Sumber Daya Air menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah bercampur lumpur di Waduk Tomang Barat, Tanjung Duren Utara, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020. Foto: Antara/Aprillio Akbar
Petugas Dinas Sumber Daya Air menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah bercampur lumpur di Waduk Tomang Barat, Tanjung Duren Utara, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020. Foto: Antara/Aprillio Akbar

DKI Kebut Pengerukan 30 Waduk

Nasional banjir jakarta waduk pemprov dki
Sri Yanti Nainggolan • 12 November 2020 10:44
Jakarta: Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini mengungkapkan sebanyak 30 waduk belum dikeruk. Pengerukan penting untuk mencegah banjir.
 
"Mudah-mudahan dengan kita terus menambah kedalaman maksimal dari waduk yang ada, daya tampung menjadi lebih besar," kata Juani saat dihubungi, Rabu, 11 November 2020.
 
Juani mengungkapkan saat ini waduk dimanfaatkan untuk menampung aliran sungai. Pengerukan agar luapan air sungai tak mengalir ke permukiman atau jalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah, lokasi sekitar waduk itu, genangan jadi berkurang," tutur dia.
 
Juaini mencontohkan luapan air di Sungai Sunter dan Cipinang Melayu dialihkan ke Waduk Pondok Ranggon dan Waduk Cimanggis di Jakarta Timur. Permukiman Cipinang yang biasanya terendam air dengan status siaga tidak banjir saat hujan deras beberapa waktu lalu.
 
Sebanyak 13 sungai juga sudah dikeruk. Pengerukan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
"Kami tetap kerja sama dengan Kementerian PUPR untuk rekomendasi teknis, tetapi pelaksanaan kita juga yang lakukan pengerukan," tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif