Bangunan RSUD Pasar Minggu. Foto: MI/Galih Pradipta
Bangunan RSUD Pasar Minggu. Foto: MI/Galih Pradipta

Tampilan Mewah, RSUD Pasar Minggu Dikira Hotel

Nasional rsud
Putri Anisa Yuliani • 20 September 2016 07:45
LUAS dan mewah, dua kesan pertama yang dirasakan Bahrun, 40, ketika pertama kali memasuki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Bapak tiga anak itu sudah empat kali berobat ke rumah sakit tersebut.
 
Semula, warga yang tinggal di kawasan Ragunan itu tak mengira bangunan setinggi 11 lantai dengan cat hijau muda itu ialah rumah sakit. Ia sempat mengira bangunan rumah sakit umum pertama di Jakarta Selatan yang beroperasi sejak Desember 2015 itu ialah hotel yang belum selesai dibangun.
 
Bangunannya berdesain modern, tetapi salah satu akses menuju bangunan itu masih ditutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama kali waktu anak saya sakit DB (demam berdarah) dan puskesmas merujuk ke sini. Tetapi karena bangunannya bagus sekali, saya ragu bahwa ini rumah sakit. Jadi saya lewatin saja," katanya sambil tertawa geli ketika ditemui Media Indonesia, pekan lalu.
 
Dia juga sempat ragu berobat ke RSUD milik Pemerintah Provinsi DKI sebab dalam benaknya pelayanan RSUD biasanya lamban dan birokrasi berbelit-belit. Meski demikian, demi sang anak, ia akhirnya tetap berobat ke RSUD tersebut.
 
Tampilan Mewah, RSUD Pasar Minggu Dikira Hotel
Bangunan RSUD Pasar Minggu. Foto: MI/Galih Pradipta
 
Setelah tiba di sana, kesan yang ada di benaknya itu hilang seketika. Bahkan, menurutnya, pelayanan RSUD Pasar Minggu lebih baik daripada salah satu rumah sakit swasta di kawasan Lebak Bulus yang sering ia kunjungi saat keluarganya berobat.
 
Dari segi bangunan, Bahrun menilai sangat mewah untuk sebuah rumah sakit. Seluruh loket pendaftaran pelayanan dokter berada dalam ruangan luas.
 
Peralatan dan perlengkapan dokter atau pun untuk pasien tidak kalah canggih dari yang dimiliki rumah sakit swasta.
 
Demikian halnya dari segi pelayanan, Bahrun menilai semua serbacepat dan jauh dari kata berbelit kendati ia dan keluarga menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
"Saya pernah ngalamin gimana repotnya mengurus keluarga untuk dirawat pakai BPJS di rumah sakit lain. Ditolak, dilempar ke sana kemari. Di sini, semua cepat dan lancar. Malah kalau belum bikin BPJS, di sini bisa dibantu," ujarnya.
 
Meski demikian, Bahrun berharap RSUD itu bisa ditata lebih apik agar terlihat seperti rumah sakit. Menurutnya, saat ini RSUD Pasar Minggu lebih mirip hotel yang belum selesai dibangun.
 
Lain lagi dengan Surni, 65, warga Bintaro, Tangerang Selatan. Nenek enam cucu yang sedang menjenguk tetangganya itu juga kagum akan pelayanan di RUSD Pasar Minggu.
 
RSUD yang ada di kotanya, ujar Surni, belum bisa menyamai RSUD Pasar Minggu. "Pantas tetangga saya betah berobat ke sini, meski jauh, layanannya bagus sih," katanya.
 
Namun, ia juga berharap jumlah dokter spesialis di RSUD Pasar Minggu ditambah, sehingga ketika dokter yang satu tidak bisa menangani pasien karena tugas belajar, masih ada dokter lain.
 
"Tetangga saya pernah enggak bisa ketemu dokternya karena lagi belajar di luar negeri," ujar Surni.
 
Tampilan Mewah, RSUD Pasar Minggu Dikira Hotel
Foto: MI/Galih Pradipta
 
Bertahap
 
Direktur Utama RSUD Pasar Minggu Theodora Carolina mengatakan pembangunan dan pelayanan memang masih dilengkapi secara bertahap. RSUD Pasar Minggu yang baru berusia sembilan bulan itu terus berbenah untuk memenuhi kebutuhan pasien.
 
Menurutnya, penambahan dokter spesialis dan peralatan dilakukan seiring bertambahnya pasien.
 
"Memang dokter kami masih ada yang membutuhkan workshop sehingga kadang-kadang pasien kami rujuk ke rumah sakit lain. Tetapi, kami terus memonitor kondisinya. Taman juga akan dibangun karena kerja sama dengan kontraktor masih ada."
 
Carolina juga mengakui rumah sakit yang dipimpinnya belum memiliki sistem parkir. Ia telah meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI untuk menyediakan sistem perparkiran sekaligus tenaganya.
 
Jadi Rujukan Rumah Sakit Swasta
 
RSUD Pasar Minggu yang baru berdiri akhir tahun lalu kini menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien yang berasal dari rumah sakit swasta berlevel internasional.
 
Banyaknya kapasitas tempat tidur di ruang khusus yang dilengkapi dengan peralatan modern menjadi alasan banyaknya rumah sakit swasta merujuk pasien ke RSUD Pasar Minggu.
 
Apalagi, jumlah pasien yang perlu penanganan khusus di rumah sakit tipe B itu belum banyak. "Kami menerima banyak pasien yang dirujuk atau dievakuasi dari rumah sakit swasta karena perlengkapan penanganan khusus kami canggih. Jadi, kami sempat kaget juga bisa seperti itu," kata Carolina.
 
Tampilan Mewah, RSUD Pasar Minggu Dikira Hotel
Foto: MI/Galih Pradipta
 
Dia menyebutkan RSUD Pasar Minggu memang memiliki 70 tempat tidur untuk ruangan khusus, yakni 15 tempat tidur di ruang ICU, 18 di ruang HCU, 7 di ruang ICCU, 7 di ruang PICU, 13 di ruang NICU, dan 10 tempat tidur di ruang Perina atau ruang khusus bayi baru lahir yang bermasalah.
 
Menurut Carolina, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang membangun RSUD Pasar Minggu sebagai RSUD modern dengan pelayanan cepat.
 
Karena itu, seluruh data pasien mulai pendaftaran, pemeriksaan, hingga tindakan yang dilakukan petugas medis dan dokter telah terkomputerisasi. Dengan demikian, semuanya bisa dilakukan dengan lebih cepat.
 
"Alurnya, dari pertama pasien berobat sudah terkomputerisasi. Memang kami berupaya agar citra buruk (pelayanan) institusi pemda (pemerintah daerah) bisa berubah," terangnya.
 
Menurutnya, RSUD Pasar Minggu kini rata-rata melayani 1.000 pasien per hari dengan perincian 700 pasien rawat jalan, 200 pasien rawat inap, dan 100 pasien masuk instalasi gawat darurat (IGD).
 
Meski telah banyak yang memanfaatkan fasilitas kesehatan itu, Carolina mengaku tetap melakukan promosi melalui puskesmas, internet, dan media sosial untuk memperluas informasi tentang RSUD itu.
 
Seiring dengan itu, optimalisasi jumlah tempat tidur juga dilakukan. Saat ini tempat tidur yang tersedia di RSUD Pasar Minggu ialah 455 dari target total 468.
 

(TRK)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif