Pedagang menjajakan daging segar. Foto: Antara/Irwansyah Putra
Pedagang menjajakan daging segar. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Daging Beku Murah Kurang Diminati

Intan fauzi • 10 Juni 2016 17:32
medcom.id, Jakarta: Tingginya harga daging sapi di Ibu Kota diduga karena masyarakat belum terbiasa mengkonsumsi daging beku. Padahal harga daging beku lebih murah ketimbang daging segar.
 
"Masyarakat kita belum familiar dengan daging beku. Inginnya daging segar, maka PD Dharma Jaya berusaha memasok kebutuhan itu. Sementara daging beku itu kan biasanya untuk restoran, pedagang, kalau di pasar memang lebih pada suka daging segar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).
 
Djarot mengatakan, dengan impor daging bukan berarti Pemerintah ingin membiasakan warga mengonsumsi daging beku. Tapi Pemerintah masih terkendala untuk mengembangkan peternakan sapi lokal.
 
"Kita sekarang mengembangkan peternakan yang banyak supaya bisa mengembangkan sapi-sapi lokal dan tidak bergantung impor. Bukan bagaimana mengubah budaya mereka dengan makan daging beku," ujar Djarot.
 
Mantan Wali Kota Blitar itu ingin kebijakan Pemerintah pro terhadap peternak dalam negeri, terutama wilayah Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur. Kebijakan impor daging semestinya menjadi pilihan terakhir untuk memenuhi kebutuhan daging sapi.
 
"Jangan sedikit-sedikit impor, tapi bagaimana kita memenuhi kebutuhan kita. Impor itu alternatif terakhir," kata Djarot.
 
Perum Bulog baru saja mendatangkan 300 ton daging sapi beku asal Australia. Daging sapi beku impor asal Australia akan didistribusikan ke pasar tradisional, perumahan, dan juga perkantoran. Daging sapi ini dijual dengan harga Rp 80 ribu – Rp 85 ribu per kilogram. Sementara harga daging sekarang saat ini sudah mencapai Rp 130 ribu per kilogram.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>