Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI telah berencana menambah 40 titik pemasangan teknologi buatan atau artificial intelligence (AI) di pinggiran DKI Jakarta. Keberadaan AI itu disebut mampu mengurangi kemacetan.
"Dengan total 60 persimpangan yang akan dipasang AI akan mengurangi kemacetan mencapai 48 persen," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Juli 2023.
Dia menerangkan sudah ada 20 titik persimpangan di DKI Jakarta yang dipasang teknologi AI. Menurut dia, terjadi efisiensi pengurangan antrean sejak pemasangan AI, pada April 2023.
"Pengurangan antrean kendaraan sekitar 20 persen di sekitar 20 persimpangan titik yang terpasang," jelas Syafrin.
Dia menerangkan pemasangan AI di persimpangan untuk menekan potensi antrean kendaraan saat menunggu lampu merah. Pasalnya, teknologi itu akan memberikan prioritas lampu hijau untuk arus kendaraan yang tengah padat.
Berikut 20 simpang yang telah dipasang AI:
Jalan Jembatan 2 Raya - Jalan Tubagus Angke
Jalan Kyai Tapa - Jalan Daan Mogot (Grogol)
Jalan S Parman - Jalan Tomang Raya
Jalan S.Parman - Jalan KS.Tubun - Jalan Gatot Subroto (Slipi)
Jalan Gatot Subroto - Jalan Rasuna Said (Kuningan)
Jalan Gatot Subroto - Jalan Supomo (Pancoran)
Jalan MT haryono - Jalan sutoyo (Cawang Uki)
Jalan DI Panjaitan - Jalan kalimalang
Jalan Ahmad yani - Jalan Utan Kayu (Rawamangun)
Jalan Ahmad Yani - Jalan Pemuda - Jalan Pramuka
Jalan Ahmad Yani - Jalan H Ten
Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Letjen Suprapto
Jalan Senen Raya - Jalan Kwitang (Senen)
Jalan Gunung Sahari - Jalan Wahidin
Jalan Gunung Sahari - Jalan Dokter Sutomo (MBAL)
Jalan Gunung Sahari - Jalan Angkasa - Jalan Samanhudi
Jalan Gunung Sahari - Jalan Mangga Besar (Kartini)
Jalan Gunung Sahari - Jalan Pangeran Jayakarta
Jalan Gunung Sahari – Jalan Mangga Dua
Jalan Perniagaan Raya - Jalan Pasar pagi flyover (Jembatan Lima)
Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI telah berencana menambah 40 titik pemasangan teknologi buatan atau
artificial intelligence (AI) di pinggiran DKI
Jakarta. Keberadaan AI itu disebut mampu mengurangi kemacetan.
"Dengan total 60 persimpangan yang akan dipasang AI akan mengurangi kemacetan mencapai 48 persen," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Juli 2023.
Dia menerangkan sudah ada 20 titik persimpangan di DKI Jakarta yang dipasang teknologi AI. Menurut dia, terjadi efisiensi pengurangan antrean sejak pemasangan AI, pada April 2023.
"Pengurangan antrean kendaraan sekitar 20 persen di sekitar 20 persimpangan titik yang terpasang," jelas Syafrin.
Dia menerangkan pemasangan AI di persimpangan untuk menekan potensi antrean kendaraan saat menunggu lampu merah. Pasalnya, teknologi itu akan memberikan prioritas lampu hijau untuk arus kendaraan yang tengah padat.
Berikut 20 simpang yang telah dipasang AI:
- Jalan Jembatan 2 Raya - Jalan Tubagus Angke
- Jalan Kyai Tapa - Jalan Daan Mogot (Grogol)
- Jalan S Parman - Jalan Tomang Raya
- Jalan S.Parman - Jalan KS.Tubun - Jalan Gatot Subroto (Slipi)
- Jalan Gatot Subroto - Jalan Rasuna Said (Kuningan)
- Jalan Gatot Subroto - Jalan Supomo (Pancoran)
- Jalan MT haryono - Jalan sutoyo (Cawang Uki)
- Jalan DI Panjaitan - Jalan kalimalang
- Jalan Ahmad yani - Jalan Utan Kayu (Rawamangun)
- Jalan Ahmad Yani - Jalan Pemuda - Jalan Pramuka
- Jalan Ahmad Yani - Jalan H Ten
- Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Letjen Suprapto
- Jalan Senen Raya - Jalan Kwitang (Senen)
- Jalan Gunung Sahari - Jalan Wahidin
- Jalan Gunung Sahari - Jalan Dokter Sutomo (MBAL)
- Jalan Gunung Sahari - Jalan Angkasa - Jalan Samanhudi
- Jalan Gunung Sahari - Jalan Mangga Besar (Kartini)
- Jalan Gunung Sahari - Jalan Pangeran Jayakarta
- Jalan Gunung Sahari – Jalan Mangga Dua
- Jalan Perniagaan Raya - Jalan Pasar pagi flyover (Jembatan Lima)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)