medcom.id, Jakarta: Belasan kapal milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak dapat beroperasi. Alasannya, kapal-kapal tersebut kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono kaget saat mendengar kabar tersebut. Ia mengaku belum dapat laporan mengenai nasib kapal-kapal milik Pemprov.
"Harusnya ini enggak boleh terjadi. Bensin ini sama dengan makanan ternak di kebun binatang. Enggak boleh nunggu APBD cair," kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).
Pria yang akrab disapa Soni ini mengaku akan mengecek langsung kondisi kapal-kapal itu. Meski terhambat pencairan APBD, Sumarsono meminta Dishub DKI mencari alternatif lain.
"Harusnya yang kebutuhan rutin dari sistem anggaran kita itu bisa diatasi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Widjatmoko membantah, kapal-kapal milik Dishub mangkrak lantaran kehabisan pasokan BBM. Ia menyatakan, enam kapal Kerapu di Kali Adem, Muara Angke sudah beroperasi.
Ia menjelaskan, mangkraknya kapal dikarenakan siklus APBD. Pertamina, lanjut dia, belum bisa memberikan supply BBM secara langsung.
"Tapi hari ini sudah beroperasi semua. Siklus APBD itu yang membuat kami menunggu karena tidak bisa langsung cair. Bukan hanya kapal, roda dua dan empat pun begitu," kata Sigit.
Berikut data Kapal milik Dishub DKI:
-Kapal Katamaran 2 dan 3 dengan kapasitas masing-masing 80 orang. Sudah selei docking atau perbaikan. Hanya menunggu sertifikasi.
-Kapal Kerapu 6 Unit kapasitas 25 orang.
-Kapal Paus 1 unit kapasitas 80 orang (belum docking dan perbaikan body)
-Kapal Lumba-Lumba 1 dan 2 masing-masing 1 unit kapasitas 50 orang (belum docking)
-Kapal Tradisional (Kapal Ojek): 44 Kapal, Kapasitas 80-200 orang.
medcom.id, Jakarta: Belasan kapal milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak dapat beroperasi. Alasannya, kapal-kapal tersebut kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono kaget saat mendengar kabar tersebut. Ia mengaku belum dapat laporan mengenai nasib kapal-kapal milik Pemprov.
"Harusnya ini enggak boleh terjadi. Bensin ini sama dengan makanan ternak di kebun binatang. Enggak boleh nunggu APBD cair," kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).
Pria yang akrab disapa Soni ini mengaku akan mengecek langsung kondisi kapal-kapal itu. Meski terhambat pencairan APBD, Sumarsono meminta Dishub DKI mencari alternatif lain.
"Harusnya yang kebutuhan rutin dari sistem anggaran kita itu bisa diatasi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Widjatmoko membantah, kapal-kapal milik Dishub mangkrak lantaran kehabisan pasokan BBM. Ia menyatakan, enam kapal Kerapu di Kali Adem, Muara Angke sudah beroperasi.
Ia menjelaskan, mangkraknya kapal dikarenakan siklus APBD. Pertamina, lanjut dia, belum bisa memberikan supply BBM secara langsung.
"Tapi hari ini sudah beroperasi semua. Siklus APBD itu yang membuat kami menunggu karena tidak bisa langsung cair. Bukan hanya kapal, roda dua dan empat pun begitu," kata Sigit.
Berikut data Kapal milik Dishub DKI:
-Kapal Katamaran 2 dan 3 dengan kapasitas masing-masing 80 orang. Sudah selei docking atau perbaikan. Hanya menunggu sertifikasi.
-Kapal Kerapu 6 Unit kapasitas 25 orang.
-Kapal Paus 1 unit kapasitas 80 orang (belum docking dan perbaikan body)
-Kapal Lumba-Lumba 1 dan 2 masing-masing 1 unit kapasitas 50 orang (belum docking)
-Kapal Tradisional (Kapal Ojek): 44 Kapal, Kapasitas 80-200 orang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)