medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi 377 warga Jakarta Barat dari kawasan Kalijodo yang terkena penertiban. Mereka akan direlokasi ke rumah susun dan sebagian dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengatakan, jumlah warga yang perlu direlokasi dari kawasan Kalijodo yang masuk Jakarta Barat hanya 377 jiwa. Mereka tinggal di RT 007 RW 010 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora.
"251 jiwa KTP DKI, 126 jiwa warga di luar DKI," kata Anas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Dari luas tanah 3.500 meter persegi, ada sebanyak 105 bangunan. 49 bangunan di antaranya tidak memiliki SPPT PBB.
Rencananya, kata Anas, ada satu masjid yang harus dibongkar, satu cafe milik warga, satu tempat karaoke milik warga, dan satu markas Forkabi.
"Masjid Al-Mubarokah, Raja Cafe 121, Aldi Karaoke, dan posko Forkabi," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim persiapan penertiban kawasan Kalijodo sudah maksimal. Data warga yang akan ditertibkan sudah lengkap.
Ahok pastikan penertiban dapat dilakukan dengan cepat. Rencananya surat peringatan pertama (SP1) dilayangkan besok. Warga diminta membongkar bangunannya sendiri.
Mantan Bupati Belitung itu menjelaskan, waktu untuk merespons SP1 selama tujuh hari. Jika tak digubris, Pemprov DKI siap melayangkan SP2 yang berjarak tiga hari hingga SP3.
"Kalau dia enggak mau bongkar juga, ada SP3. Kalau enggak mau, terpaksa kita bantu bongkar," tegas Ahok.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga Kalijodo ke dua rusun. Unit rusun hanya diberikan kepada warga yang memiliki KTP DKI dan tidak terindikasi sebagai pekerja seks komensil (PSK).
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta Ika Lestari Aji mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa rumah susun untuk relokasi warga Kalijodo yang terkena penggusuran.
"Kami mendukung penertiban itu. Warga dapat direlokasi ke Rusun Marunda (Jakarta Utara) dan Pulogebang (Jakarta Timur). Selain itu masih ada rusun lain yang dapat menampung warga itu," kata Ika, Senin 15 Februari.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi 377 warga Jakarta Barat dari kawasan Kalijodo yang terkena penertiban. Mereka akan direlokasi ke rumah susun dan sebagian dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengatakan, jumlah warga yang perlu direlokasi dari kawasan Kalijodo yang masuk Jakarta Barat hanya 377 jiwa. Mereka tinggal di RT 007 RW 010 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora.
"251 jiwa KTP DKI, 126 jiwa warga di luar DKI," kata Anas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Dari luas tanah 3.500 meter persegi, ada sebanyak 105 bangunan. 49 bangunan di antaranya tidak memiliki SPPT PBB.
Rencananya, kata Anas, ada satu masjid yang harus dibongkar, satu cafe milik warga, satu tempat karaoke milik warga, dan satu markas Forkabi.
"Masjid Al-Mubarokah, Raja Cafe 121, Aldi Karaoke, dan posko Forkabi," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim persiapan penertiban kawasan Kalijodo sudah maksimal. Data warga yang akan ditertibkan sudah lengkap.
Ahok pastikan penertiban dapat dilakukan dengan cepat. Rencananya surat peringatan pertama (SP1) dilayangkan besok. Warga diminta membongkar bangunannya sendiri.
Mantan Bupati Belitung itu menjelaskan, waktu untuk merespons SP1 selama tujuh hari. Jika tak digubris, Pemprov DKI siap melayangkan SP2 yang berjarak tiga hari hingga SP3.
"Kalau dia enggak mau bongkar juga, ada SP3. Kalau enggak mau, terpaksa kita bantu bongkar," tegas Ahok.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga Kalijodo ke dua rusun. Unit rusun hanya diberikan kepada warga yang memiliki KTP DKI dan tidak terindikasi sebagai pekerja seks komensil (PSK).
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta Ika Lestari Aji mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa rumah susun untuk relokasi warga Kalijodo yang terkena penggusuran.
"Kami mendukung penertiban itu. Warga dapat direlokasi ke Rusun Marunda (Jakarta Utara) dan Pulogebang (Jakarta Timur). Selain itu masih ada rusun lain yang dapat menampung warga itu," kata Ika, Senin 15 Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)