Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

26 Warga DKI Jakarta Diizinkan Keluar Masuk Jabodetabek

Nasional Virus Korona PSBB
Insi Nantika Jelita, Media Indonesia.com • 20 Mei 2020 09:01
Jakarta: Sebanyak 26 warga rampung mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. SIKM syarat bagi warga yang ingin keluar masuk Ibu Kota selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
 
SIKM diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.
 
"Yang baru mengajukan sebanyak 517 dan yang sudah selesai 26 orang," kata Sekretaris Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Iwan Kurniawan saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Iwan, jumlah pengajuan SIKM berubah setiap harinya. Namun, untuk pengajuan SIKM yang ditolak berjumlah 173 orang.
 
Sementara itu, sebanyak 92 orang masih menunggu validasi penjamin. Total, sudah ada 808 orang yang mengurus izin keluar masuk Jabodetabek itu.
 
Baca: 2,59 Juta APD Telah Didistribusikan Pemerintah
 
Iwan mengatakan proses validasi SIKM memakan waktu dari yang tercepat 2 menit sampai 17 jam hingga mendapatkan persetujuan. "Durasi rata-rata validasi 8 jam," ucap Iwan.
 
Dalam Pasal 6 Pergub 47 Tahun 2020 itu disebutkan mengurus SIKM harus mengisi formulir permohonan secara daring melalui corona.jakarta.go.id dan melengkapi persyaratan seperti ada surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tinggalnya. Kemudian, ada surat pernyataan sehat bermaterai.
 
Ada surat keterangan perjalanan dinas keluar Jabodetabek, surat keterangan bekerja bagi setiap orang yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek atau bagi pelaku usaha dilengkapi dengan surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat yang berwenang dan bagi orang asing memiliki KTP-el/izin tinggal tetap.
 
Lalu, pada Pasal 15 ayat 3, disebutkan, jika angkutan darat antarprovinsi sengaja mengangkut penumpang tanpa bermodalkan SIKM, pemilik angkutan darat tersebut akan dikenakan denda Rp10 juta dan kendaraannya akan dikandangkan, Selain itu, kendaraan diancam sanksi pencabutan izin.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif