medcom.id, Jakarta: Car free day (CFD) awalnya merupakan program untuk memperbaiki mutu udara. Program ini diatur dalam Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Area yang bersih dari kendaraan bermotor setiap hari Minggu ini sedianya digunakan untuk berolahraga. Namun, belakangan area ini bertambah fungsi.
Seperti yang tampak pada hari ini, sejak pagi, area CFD bukan hanya dijejali warga yang hendak memugarkan diri. Beragam kelompok masyarakat juga tampak mempromosikan produk, promosi acara, atau kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya mengajak berpartisipasi.
Salah satunya, sekelompok anak baru gede dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Jakarta Timur. Mereka bergerombol dan kompak mengenakan seragam merah.
Sebuah spanduk berisi informasi kegiatan pentas seni sekolah dibentangkan sembari mengelingi area car free day. "Datang ya nanti tanggal 15 Oktober ke sekolah kita," ucap Dewi, seorang siswi sembari menunjukkan poster pentas seni sekolahnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2016).
Selain gerombolan anak SMA itu, ada pula sekelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945. Pinggir Kolam Bundaran HI jadi titik kumpul kelompok itu.
Spanduk seruan persatuan membentang. Mereka mengajak peserta CFD lain membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dukungan menjaga persatuan.
Selain itu, sekelompok anak muda menyerukan aksi stop isu SARA dalam helatan Pilkada juga hadir di kawasan itu. Mereka menamakan diri Kelompok Pemuda Lintas Etnis Nusantara. Kompak berkaus putih dengan tulisan-tulisan seruan aksi stop SARA, mereka berjejer di pinggiran kolam Bundaran HI. Tak ayal, aksi mereka menjadi sorotan peserta lain.
Beberapa peserta CFD coba mengabadikan gambar kelompok-kelompok tersebut. Tapi, ada juga yang mengeluhkan ramainya arena CFD sebagai ajang promosi.
"Duh jadi susah olahraga, malah pada kumpul-kumpul," keluh Shintya, seorang warga yang tengah berlari pagi.
Namun, dari sekelompok aksi yang dilakukan di CFD hari ini, tidak tampak aksi berbau kampanye dukungan terhadap pasangan calon gubernur atau wakil gubernur DKI tertentu. Hingga kini, Pemprov DKI tengah mengkaji larangan kegiatan semacam itu menjelang Pilkada.
medcom.id, Jakarta: Car free day (CFD) awalnya merupakan program untuk memperbaiki mutu udara. Program ini diatur dalam Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Area yang bersih dari kendaraan bermotor setiap hari Minggu ini sedianya digunakan untuk berolahraga. Namun, belakangan area ini bertambah fungsi.
Seperti yang tampak pada hari ini, sejak pagi, area CFD bukan hanya dijejali warga yang hendak memugarkan diri. Beragam kelompok masyarakat juga tampak mempromosikan produk, promosi acara, atau kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya mengajak berpartisipasi.
Salah satunya, sekelompok anak baru gede dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Jakarta Timur. Mereka bergerombol dan kompak mengenakan seragam merah.
Sebuah spanduk berisi informasi kegiatan pentas seni sekolah dibentangkan sembari mengelingi area car free day. "Datang ya nanti tanggal 15 Oktober ke sekolah kita," ucap Dewi, seorang siswi sembari menunjukkan poster pentas seni sekolahnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2016).
Selain gerombolan anak SMA itu, ada pula sekelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945. Pinggir Kolam Bundaran HI jadi titik kumpul kelompok itu.
Spanduk seruan persatuan membentang. Mereka mengajak peserta CFD lain membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dukungan menjaga persatuan.
Selain itu, sekelompok anak muda menyerukan aksi stop isu SARA dalam helatan Pilkada juga hadir di kawasan itu. Mereka menamakan diri Kelompok Pemuda Lintas Etnis Nusantara. Kompak berkaus putih dengan tulisan-tulisan seruan aksi stop SARA, mereka berjejer di pinggiran kolam Bundaran HI. Tak ayal, aksi mereka menjadi sorotan peserta lain.
Beberapa peserta CFD coba mengabadikan gambar kelompok-kelompok tersebut. Tapi, ada juga yang mengeluhkan ramainya arena CFD sebagai ajang promosi.
"Duh jadi susah olahraga, malah pada kumpul-kumpul," keluh Shintya, seorang warga yang tengah berlari pagi.
Namun, dari sekelompok aksi yang dilakukan di CFD hari ini, tidak tampak aksi berbau kampanye dukungan terhadap pasangan calon gubernur atau wakil gubernur DKI tertentu. Hingga kini, Pemprov DKI tengah mengkaji larangan kegiatan semacam itu menjelang Pilkada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)