5 Tempat Usaha di Jakbar Dipasangi Stiker Tunggak Pajak
Petugas memasang stiker tertib objek pajak terhadap sejumlah tempat di kawasan Green Pramuka Square, Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Jakarta: Lima tempat usaha yang terdiri dari tempat hiburan, hotel, dan restoran di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat dipasangi stiker menunggak pajak. Kepala Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Taman Sari Andri Kunarso mengatakan, pemasangan stiker itu sebagai tanda bahwa kelima objek tersebut belum membayar pajak daerah.

"Awalnya ada 27 objek pajak terdiri dari tempat hiburan, hotel, dan restoran akan dipasangi stiker penunggak pajak. Namun, 22 di antaranya telah menyetorkan setoran pajak setelah menerima surat peringatan dari UPPRD Taman Sari," kata Andri di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu, 21 November 2018.

Kelima objek pajak yang dipasangi stiker tersebut diberikan waktu hingga satu pekan ke depan untuk melunasi pembayaran pajak. "Jika pemilik tidak mengindahkan hingga batas waktu yang ditetapkan, kami akan menyerahkan ke Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Barat untuk dilakukan upaya penagihan aktif," beber Andri.


Objek pajak tempat hiburan yang aktif beroperasi di Kecamatan Taman Sari ada sebanyak 69 (wajib pajak) WP dengan realisasi penerimaan hingga 16 November mencapai Rp70,27 miliar atau sekitar 81,96 persen dari target penerimaan sebesar Rp85,74 miliar. Kemudian, objek pajak hotel dan rumah kos di Taman Sari sebanyak 210 WP dengan realisasi penerimaan hingga 16 November mencapai Rp47,4 miliar atau sekitar 80,85 persen dari total target penerimaan sebesar Rp58,63 miliar.

"Sementara objek restoran  yang aktif sebanyak 195 WP dengan realisasi penerimaan per 16 November mencapai Rp57,2 miliar atau sekitar 81,17 persen dari total target penerimaan sebesar Rp70,47 miliar," tambah  Andri.

Sekretaris Camat Taman Sari, Rumiyati mengimbau warga yang memiliki tempat usaha restoran, hotel, dan tempat hiburan untuk menunaikan kewajiban penyetoran pajak ke kas daerah tepat waktu. Pajak yang disetorkan ke kas daerah itu untuk membiayai pembangunan di Ibu Kota.

"Kami tidak henti-hentinya menyosialisasikan ke pelaku usaha, agar taat membayar setoran masa dari usaha yang dikelolanya," aku Rumiyati.  



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id