medcom.id, Jakarta: Pendukung pemilihan kepala daerah lewat DPRD terlihat cuma segelintir di depan Gedung Parlemen Jakarta. Jumlah mereka, paling tidak sampai berita ini disusun, tak sejalan dengan yang digemborkan akan mencapai ratusan.
Pantauan Metrotvnews.com, hanya ada puluhan pendukung RUU Pilkada di depan Gedung Dewan. Jumlah mereka tak lebih dari 50. Mereka menamakan diri Koalisi Rakyat Merah Putih (KMP).
Kendaraan yang mereka bawa pun tak banyak. Bahkan yang terlihat cuma satu truk. Tapi mereka tetap berorasi.
Menurut mereka, pilkada langsung adalah produk demokrasi 1998. Celakanya, demokrasi itu kebablasan. "Itu demokrasi kebablasan akibat 1998," kata koordinator aksi lewat pengeras suara dari atas mobil.
Tak hanya berorasi, mereka juga memasang spanduk menyatakan penolakan pilkada langsung. Spanduk di antaranya bertuliskan, "Pilkada Lewat DPRD Kembalikan Jati Diri Bangsa".
Uniknya, demo pro Pilkada via DPRD malah bersebelahan dengan kelompok kontra. Meski demikian, mereka dibatasi oleh kepolisian dan tidak ada kisruh.
medcom.id, Jakarta: Pendukung pemilihan kepala daerah lewat DPRD terlihat cuma segelintir di depan Gedung Parlemen Jakarta. Jumlah mereka, paling tidak sampai berita ini disusun, tak sejalan dengan yang digemborkan akan mencapai ratusan.
Pantauan Metrotvnews.com, hanya ada puluhan pendukung RUU Pilkada di depan Gedung Dewan. Jumlah mereka tak lebih dari 50. Mereka menamakan diri Koalisi Rakyat Merah Putih (KMP).
Kendaraan yang mereka bawa pun tak banyak. Bahkan yang terlihat cuma satu truk. Tapi mereka tetap berorasi.
Menurut mereka, pilkada langsung adalah produk demokrasi 1998. Celakanya, demokrasi itu kebablasan. "Itu demokrasi kebablasan akibat 1998," kata koordinator aksi lewat pengeras suara dari atas mobil.
Tak hanya berorasi, mereka juga memasang spanduk menyatakan penolakan pilkada langsung. Spanduk di antaranya bertuliskan, "Pilkada Lewat DPRD Kembalikan Jati Diri Bangsa".
Uniknya, demo pro Pilkada via DPRD malah bersebelahan dengan kelompok kontra. Meski demikian, mereka dibatasi oleh kepolisian dan tidak ada kisruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)