medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mengandangkan 189 bus Metromini. Ratusan bus itu terjaring razia yang dilakukan sejak 1 Agustus 2015.
"Sampai saat ini sudah 189 Metromini yang kami kandangkan. Selain Metromini kami juga tahan angkutan umum lain yang sudah tidak layak," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Andri mengaku tidak ada kendala selama razia. Dishub dibantu TNI, Kepolisian, Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) dan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU).
"Anggotanya, 25 orang dari Dirlantas, 25 orang Satpol PP dan 50 Dishub. Nah 1 November kemarin kami dibantu 580 personel TNI-Polri," ujar Andri.
Tim tersebut sekaligus menepis adanya dugaan keterlibatan aparat yang membebaskan bus Metromini yang telah dikandangkan dan pemberian KIR palsu. "Kami tetap lakukan penertiban terus menerus. Kami mau lihat ada cacing-cacing yang nongol atau tidal. Benar tidak ada oknum yang bermain," katanya.
Mantan Camat Jatinegara itu memastikan tidak akan ada Metromini dilepas setelah dikandangkan. Sejauh ini tidak ada pemilik Metromini yang komplain. "Sampai saat ini belum ada yang komplain. Kami akan lakukan penertiban sampai habis. Zero toleransi," kata Andri menegaskan.
medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mengandangkan 189 bus Metromini. Ratusan bus itu terjaring razia yang dilakukan sejak 1 Agustus 2015.
"Sampai saat ini sudah 189 Metromini yang kami kandangkan. Selain Metromini kami juga tahan angkutan umum lain yang sudah tidak layak," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Andri mengaku tidak ada kendala selama razia. Dishub dibantu TNI, Kepolisian, Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) dan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU).
"Anggotanya, 25 orang dari Dirlantas, 25 orang Satpol PP dan 50 Dishub. Nah 1 November kemarin kami dibantu 580 personel TNI-Polri," ujar Andri.
Tim tersebut sekaligus menepis adanya dugaan keterlibatan aparat yang membebaskan bus Metromini yang telah dikandangkan dan pemberian KIR palsu. "Kami tetap lakukan penertiban terus menerus. Kami mau lihat ada cacing-cacing yang nongol atau tidal. Benar tidak ada oknum yang bermain," katanya.
Mantan Camat Jatinegara itu memastikan tidak akan ada Metromini dilepas setelah dikandangkan. Sejauh ini tidak ada pemilik Metromini yang komplain. "Sampai saat ini belum ada yang komplain. Kami akan lakukan penertiban sampai habis. Zero toleransi," kata Andri menegaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)