Tempat kejadian tewasnya karyawan TransJakarta Siti Nurhayati. (Foto: MTVN/Wanda Indana)
Tempat kejadian tewasnya karyawan TransJakarta Siti Nurhayati. (Foto: MTVN/Wanda Indana)

Tewas Kesetrum di Halte Mangga Besar, Siapa yang Tanggung Jawab?

Intan fauzi • 27 Januari 2016 13:48
medcom.id, Jakarta: Hingga saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tewasnya sepasang kekasih di halte Busway Mangga Besar, Jakarta. Dinas Energi dan Perindustrian DKI mengaku belum dapat kepastian dari polisi penyebab tewasnya Siti Nurhayati, 23, dan Niko Adelai, 23.
 
"Sampai sekarang belum dapat informasi sebenarnya seperti apa, masih menunggu," ujar Kepala Suku Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta, Iswandi, saat ditemui di Kantor Dinas Energi dan Perindustrian DKI, Jalan Taman Jatibaru, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016).
 
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri sudah menghitung daya listrik setiap panel yang berada dekat halte itu. Dengan begitu, dapat diketahui panel mana yang mengalami gangguan. "Puslabfor Polri menguji dari sumber daya yang datang, ada sekitar 10 tiang menuju TKP, dihitung daya listrik kira-kira bisa menimbulkan gangguan apa tidak," jelas Iswandi.
 
Iswandi membantah hasil investigasi PLN yang menyebutkan ada kabel penerangan jalan umum (PJU) yang terkelupas. Hasil investigasi Iswandi dan anak buahnya berbeda. Penyebab bocornya aliran listrik belum tentu dari PJU.

Iswandi menjelaskan, sumber aliran listrik dari PLN ada yang diperuntukkan PJU dan ada untuk komersil. Setelah investigasi berkali-kali, ia menemukan banyak fasilitas listrik milik ruko-ruko yang menggunakan sumber listrik dari PLN di sekitar halte Transjakarta.
 
"Misal ada yang menggunakan buat ruko tapi panelnya ada di luar pagar. Itu yang menjadi tanggung jawab konsumen dengan PLN, tapi kami juga tidak bisa menyatakan (penyebabnya) dari situ," paparnya.
 
Investigasi itu juga menunjukkan aliran listrik konsumen PLN terus menyala. "Panel ini kan punya ruko, yang siang malam hidup. Saya ngecek jam empat sore melihat listriknya menyala," kata Iswandi.
 
Penyebab lain, Iswandi mencurigai buruknya pengelolaan jaringan utilitas di Ibu Kota. Jaringan yang tidak terkoordinasi membuat kabel rentan rusak. "Bisa juga ada pengerjaan, kurang koordinasi yang mengakibatkan kabel-kabel putus," ungkap Iswandi.
 
Peristiwa yang merenggut nyawa sepasang kekasih itu terjadi saat Iswandi masih menjabat Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Energi dan Perindustrian DKI. Saat itu, posisi Kasudin Penerangan Jalan Umum masih diduduki Chairil.
 
Sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu 30 Desember, Niko dan Siti tewas saat hujan deras. Air menggenangi sekitar Halte Mangga Dua mencapai lutut orang dewasa.
 
Kedua korban hendak kembali ke indekos selepas pulang kerja. Ketika turun dari jembatan, tiba-tiba keduanya tersengat listrik di dekat tiang listrik yang di sekitarnya tergenang air.
 
Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Aries Dwianto mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran ditemukan aliran listrik dari instalasi kabel PJU di dalam tanah yang terkelupas dan tergenang air. Genangan air menjadi konduktor listrik hingga kedua karyawan itu tersengat listrik tegangan tinggi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>