medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memberi jaminan pekerjaan kepada warga Kalijodo yang terkena gusur. Sebab, akibat penertiban itu, banyak orang yang kehilangan mata pencaharian.
Juru parkir di Kalijodo, Bintang, 35, merasa pendapatannya menurun drastis pasca munculnya rencana penggusuran. Ia menyesali tindakan Pemprov DKI yang tergesa-gesa menggusur Kalijodo.
"Jangan tergesa-gesa mau gusur orang," kata Bintang di Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/2/2016).
Bintang meminta Pemerintah memberi solusi yang pasti untuk mereka. Sebab, pendapatan juru parkir dalam semalam mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Namun, dalam beberapa hari, ia kesulitan mencari nafkah.
"Kalau mau gusur kasih solusi. Jangan asal gusur. Kalau tidak, bisa-bisa kejahatan makin merajalela, karena kehilangan mata pencaharian," ujar Bintang.
Hal serupa diakui Ridwan, yang juga berprofesi sebagai juru parkir. Menurutnya, pemilik kafe mengalami hal yang sama.
"Tidak cuma juru parkir. PSK (pekerja seks komersial), sama pemilik kafe juga pusing duit mereka berkurang," ujar Ridwan.
Pantauan Metrotvnews.com semalam, banyak kafe yang tutup. Ingar-bingar yang biasa terdengar kini tidak ada lagi. "Pada tidak berani buka, takut digrebek semua mereka," kata Ridwan.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memberi jaminan pekerjaan kepada warga Kalijodo yang terkena gusur. Sebab, akibat penertiban itu, banyak orang yang kehilangan mata pencaharian.
Juru parkir di Kalijodo, Bintang, 35, merasa pendapatannya menurun drastis pasca munculnya rencana penggusuran. Ia menyesali tindakan Pemprov DKI yang tergesa-gesa menggusur Kalijodo.
"Jangan tergesa-gesa mau gusur orang," kata Bintang di Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/2/2016).
Bintang meminta Pemerintah memberi solusi yang pasti untuk mereka. Sebab, pendapatan juru parkir dalam semalam mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Namun, dalam beberapa hari, ia kesulitan mencari nafkah.
"Kalau mau gusur kasih solusi. Jangan asal gusur. Kalau tidak, bisa-bisa kejahatan makin merajalela, karena kehilangan mata pencaharian," ujar Bintang.
Hal serupa diakui Ridwan, yang juga berprofesi sebagai juru parkir. Menurutnya, pemilik kafe mengalami hal yang sama.
"Tidak cuma juru parkir. PSK (pekerja seks komersial), sama pemilik kafe juga pusing duit mereka berkurang," ujar Ridwan.
Pantauan Metrotvnews.com semalam, banyak kafe yang tutup. Ingar-bingar yang biasa terdengar kini tidak ada lagi. "Pada tidak berani buka, takut digrebek semua mereka," kata Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)