Warga beraktivitas pasca sosialisasi penertiban di tempat Kalijodo, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Foto: MI/Arya Manggala
Warga beraktivitas pasca sosialisasi penertiban di tempat Kalijodo, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Foto: MI/Arya Manggala

Hitung-hitungan Rugi Pemilik Kafe Jika Kalijodo Digusur

Damar Iradat • 17 Februari 2016 21:04
medcom.id, Jakarta: Pemilik usaha kafe di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, merasakan betul dampak rencana penggusuran. Itu tampak dari menurunnya jumlah pengunjung belakangan ini.
 
Suryana, misalnya, salah seorang pemilik kafe yang merasakan imbas pemberitaan penggusuran. Pria asal Cianjur, Jawa Barat, itu punya tiga kafe, salah satunya bahkan baru rampung didirikan sekira dua pekan lalu.
 
Nilai tiga kafe yang jadi aset Suryana itu ditaksir mencapai Rp4 miliar sampai Rp5 miliar. Penggusuran bikin dia merugi.

"Itu kafe saya yang ketiga baru dua pekan. Mau balik modal bagaimana?" kata Suryana di kawasan Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (17/2/2016).
 
Suryana mengaku, tiap malam dia bisa mendapat Rp1 juta sampai Rp3 juta dari tiga kafe tersebut. Tapi itu pendapatan kotor. Jumlah itu harus dibagi untuk membayar listrik, air, dan gaji pegawai.
 
Pegawai di tiga kafe yang ia miliki mencapai 15 orang. Itu belum termasuk 'kupu-kupu malam' yang juga jadi pegawainya. "Kalau itu saya bisa punya 18-20 perempuan," tuturnya.
 
Soal penggusuran, dia mengaku, hanya bisa pasrah. Namun demikian, Suryana berharap Pemprov DKI bisa memberi uang ganti jika nanti menggusur.
 
"Ya kalau sejujurnya, harapan saya maunya bukan hanya uang pengganti, tapi kalau bisa normal lagi seperti dulu, seperti biasa lagi," ujar dia.
 
Meski usahanya terancam digusur, Suryana menilai sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai sosok yang tegas. Dia yakin, pria yang akrab disapa Ahok itu tidak gertak sambal untuk menggusur kawasan prostitusi yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda itu.
 
Suryana hanya menyalahkan Ricky Agung Prasetio. Dia adalah pengendara ‘Fortuner maut’ yang menabrak sepeda motor dan menewaskan empat orang di Daan Mogot, 8 Februari. Kepada polisi, Ricky mengaku sempat mampir ke Kalijodo sebelum kecelakaan itu terjadi. Namun, Suryana yakin, Ricky tak mabuk di Kalijodo.
 
"Ini karena kecelakaan Fortuner itu. Dia minumnya di mana, mabuknya di mana. Kan katanya dia ke sini cuma singgah," ujarnya.
 
Menurut Suryana, Ricky tak mungkin minum-minum hingga mabuk di Kalijodo. Pasalnya, kadar alkohol pada bir yang dijual di Kalijodo tak tinggi dan tak membuat mabuk.
 
"Di sini minuman itu cuma bir, enggak ada minuman yang keras-keras. Bir berapa persen sih (alkoholnya)? 10 botol juga enggak mabuk," ujarnya.
 
Sebelumnya, Ahok bertekad menggusur kawasan protitusi Kalijodo. Ahok punya alasan untuk meratakan daerah itu. Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tidak boleh dibangun permukiman.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan