Jakarta: Komisi Perusahan Periklanan Indonesia menjelaskan, hasil pengkajian Badan Pengawas Periklanan (BPP) tidak menemukan unsur pelanggaran dari penayangan iklan Shopee "Blackpink". Hal tersebut menyusul pemberian sanksi terhadap stadion tv yang menayangkan iklan Shopee "Blackpink".
Wakil Ketua Umum P3i, Romanus Sumaryo, menjelaskan BPP mengkaji lebih dulu iklan sebelum disebut melanggar. Selain itu, iklan yang muncul pun harus mengacu Etika Pariwara Indonesia (EPI).
"Mereka tidak menemukan pelanggaran terhadap EPI dari iklan tersebut, BPP rekomendasinya mestinya KPI sebelum memutuskan, pengkajian dulu, tidak hanya berdasarkan petisi ," ujarnya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Desember 2018.
Ia khawatir, bila langkah KPI dapat dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Terlebih, sanksi yang dikeluarkan KPI menyusul setelah adanya petisi di media sosial.
"Lucu sebuah lembaga resmi publik, (sanksi) bedasarkan pressure dari masyarkat, nanti semua orang buat petisi, bisa semua orang kumpulin masa ," imbuhnya.
Jakarta: Komisi Perusahan Periklanan Indonesia menjelaskan, hasil pengkajian Badan Pengawas Periklanan (BPP) tidak menemukan unsur pelanggaran dari penayangan iklan Shopee "Blackpink". Hal tersebut menyusul pemberian sanksi terhadap stadion tv yang menayangkan iklan Shopee "Blackpink".
Wakil Ketua Umum P3i, Romanus Sumaryo, menjelaskan BPP mengkaji lebih dulu iklan sebelum disebut melanggar. Selain itu, iklan yang muncul pun harus mengacu Etika Pariwara Indonesia (EPI).
"Mereka tidak menemukan pelanggaran terhadap EPI dari iklan tersebut, BPP rekomendasinya mestinya KPI sebelum memutuskan, pengkajian dulu, tidak hanya berdasarkan petisi ," ujarnya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Desember 2018.
Ia khawatir, bila langkah KPI dapat dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Terlebih, sanksi yang dikeluarkan KPI menyusul setelah adanya petisi di media sosial.
"Lucu sebuah lembaga resmi publik, (sanksi) bedasarkan pressure dari masyarkat, nanti semua orang buat petisi, bisa semua orang kumpulin masa ," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)