Pemimpin Al Qiyadah, Abdus Salam alias Ahmad Musaddeq. Foto: Antara.
Pemimpin Al Qiyadah, Abdus Salam alias Ahmad Musaddeq. Foto: Antara.

Musadek Berencana Bangun Negara Gafatar

Nasional gafatar
Nur Azizah • 26 Mei 2016 13:48
medcom.id, Jakarta: Pimpinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq/Musaddeq/Musadek alias Abdussalam diduga berencana berbuat makar dengan membangun negara Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ambisi itu berusaha direalisasikan bersama dua pendiri Gafatar, Mahful Muis Tumanurung dan Andri Cahya.
 
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya menangkap ketiganya, Rabu 25 Mei, bersama sejumlah barang bukti.
 
Polisi menyita barang bukti Al-Quran, Injil, dan sejumlah dokumen struktur kenegaraan Gafatar. Dalam dokumen tersebut terdapat jabatan presiden, wakil presiden, menteri dalam negeri, menteri pertahanan Gafatar, dan jabatan menteri lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ahmad Musadek sebagai Nabinya. Andri Cahya, anaknya Musadek sebagai Presiden. Sementara Mahful Muis sebagai wakilnya. Ternyata tanah yang dipakai Gafatar di Kalimantan itu punya Gubernur Jawa Timur versi Gafatar," terangnya.
 
Musadek Berencana Bangun Negara Gafatar
Tolak Gafatar. Foto: Antara/Irwansyah.
 
Ketiganya kini ditahan Mabes Polri. Andri dan Mahful Muis Tamanurung dijerat Pasal 110 ayat 1, Jo 107 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun.
 
Sementara, Ahmad Musadek dijerat Pasal 155 huruf a dan Pasal 156 huruf b tentang penodaan agama dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara.
 
Gafatar dideklarasikan pada 21 Januari 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. 10 bulan kemudian, Pemerintah melarang keberadaan organisasi ini.
 
Dilansir gafatar.org, organisasi Gafatar berdiri di beberapa daerah. Tokoh-tokoh Gafatar seperti Mahful Tumanurung (Ketua Umum), Wahyu Sanjaya (Wakil Ketua Umum), Berny Satria (Sekretaris Jenderal), M. Hadi Suparyono, Andri Cahya, dan Muchtar Asni.
 
Pidato Mahful saat deklarasi Gafatar mengulas soal ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, persamaan hak, kerakyatan, keadilan, kebudayaan, dan nilai-nilai luhur budi pekerti yang terkandung dalam budaya nusantara maupun Pancasila.
 
Deklarasi dikumandangkan oleh 52 orang pendiri. Acara ditutup dengan pemukulan 1.150 kentongan secara bersama-sama sebagai simbol dan tanda bahwa semua orang harus bangun dan tersadar dari tidur.
 
Pada 20 November 2012 Direktorat Jenderal Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Nomor 220/3657/D/III/2012 melarang pendirian Gafatar. Gafatar disebut sebagai aliran sesat lantaran menyatukan berbagai agama dalam ajarannya.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif