medcom.id, Jakarta: Psikolog anak Sani Budiantini Hermawan menilai pelecehan seksual yang menimpa murid TK di salah satu sekolah internasional di Jakarta, oleh petugas kebersihan, murni sebagai bentuk kejahatan lingkungan.
"Ini murni kejahatan lingkungan, bukan orang tua yang kecolongan pengawasan," tuturnya kepada Metrotvnews.com saat dihubungi via telepon, Selasa (15/4/2014) malam.
Dia menilai, kejahatan dilakukan berencana dilihat dari jumlah pelaku yang tidak hanya satu orang. "Pelakunya, kalau saya lihat perkembangan di berita, ada yang jagain pintu, jadi jelas ini menunjukan suatu bentuk kejahatan lingkungan," imbuhnya.
Dari sisi psikologi, terang Sani, pelecehan seksual yang dilakukan terhadap korban tentunya akan berdampak pada perkembangan mental si anak. Menurutnya, keseimbangan mental si anak akan terancam karena mendapatkan perlakuan senonoh.
"Dia kerap akan merasakan ketakutan, stres, gelisah, dan nantinya menyebabkan trauma," jelas psikolog dari Universitas Indonesia ini.
Menurut Sani, salah satu pengobatan dari sisi psikologi yang dianjurkan ialah dengan menjauhkan anak dari objek yang membuat dirinya trauma. "Mungkin saja bisa dilakukan dengan memindahkan si anak dari sekolah yang sekarang agar mempercepat proses pemulihan," ujarnya.
Sebelumnya, AK, salah satu murid taman kanak-kanak sekolah bertaraf internasional itu mengalami pelecehan seksual oleh penjaga toilet. Atas kasus ini, kepolisian sudah menetapkan tiga orang tersangka AI, VA, dan perempuan AF.
AI dan VA ditahan di Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut, sedangkan untuk pelaku AF tidak ditahan karena bukti belum kuat.
medcom.id, Jakarta: Psikolog anak Sani Budiantini Hermawan menilai pelecehan seksual yang menimpa murid TK di salah satu sekolah internasional di Jakarta, oleh petugas kebersihan, murni sebagai bentuk kejahatan lingkungan.
"Ini murni kejahatan lingkungan, bukan orang tua yang kecolongan pengawasan," tuturnya kepada
Metrotvnews.com saat dihubungi via telepon, Selasa (15/4/2014) malam.
Dia menilai, kejahatan dilakukan berencana dilihat dari jumlah pelaku yang tidak hanya satu orang. "Pelakunya, kalau saya lihat perkembangan di berita, ada yang jagain pintu, jadi jelas ini menunjukan suatu bentuk kejahatan lingkungan," imbuhnya.
Dari sisi psikologi, terang Sani, pelecehan seksual yang dilakukan terhadap korban tentunya akan berdampak pada perkembangan mental si anak. Menurutnya, keseimbangan mental si anak akan terancam karena mendapatkan perlakuan senonoh.
"Dia kerap akan merasakan ketakutan, stres, gelisah, dan nantinya menyebabkan trauma," jelas psikolog dari Universitas Indonesia ini.
Menurut Sani, salah satu pengobatan dari sisi psikologi yang dianjurkan ialah dengan menjauhkan anak dari objek yang membuat dirinya trauma. "Mungkin saja bisa dilakukan dengan memindahkan si anak dari sekolah yang sekarang agar mempercepat proses pemulihan," ujarnya.
Sebelumnya, AK, salah satu murid taman kanak-kanak sekolah bertaraf internasional itu mengalami pelecehan seksual oleh penjaga toilet. Atas kasus ini, kepolisian sudah menetapkan tiga orang tersangka AI, VA, dan perempuan AF.
AI dan VA ditahan di Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut, sedangkan untuk pelaku AF tidak ditahan karena bukti belum kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)