medcom.id, Jakarta: Tawuran antara siswa SMK Adi Luhur dan SMA Budi Murni kebiasaan lama. Sudah langganan. Demikian diakui siswa SMK Adi Luhur yang tak mau namanya disebut, Kamis (14/8/2014).
Menurut dia, tawuran pada sore kemarin itu menjadi ajang penataran pelajar yang baru masuk. "Selain anak baru, banyak juga alumni mereka yang nyerang. Tawuran ini semacam penataran untuk anak baru," terang dia.
Dia menuturkan, kejadian sore kamarin itu berlangsung sangat brutal. Pada saat kejadian hampir semua pelajar SMK Budi Murni menyerang pelajar SMK Adi Luhur, menggunakan senjata tajam.
"Lalu kita mundur, sementara dia (Oka Wira Satya-Red.) berada paling depan. Dia dikeroyok banyak banget orangnya pakai senjata tajam," sang siswa menuturkan peristiwa sore kemarin itu.
Perang antara SMK Adi Luhur dan SMA Budi Murni menelan korban jiwa dan luka parah. Oka meregang nyawa karena pendarahan hebat akibat luka sabetan celurit di bagian kepala dan punggung. Oka mengembuskan napas terakhir di RS Haji Jakarta Timur.
Muhammad Fadli juga terluka parah, namun nyawanya masih bisa ditolong. Pelajar kelas X itu kini dirawat intensif di rumah sakit. Seperti Oka, dia juga menderita luka akibat sabetan celurit di bagian kepala dan punggung.
Sejauh ini kepolisian setempat sudah memeriksa empat saksi, tapi belum ada yang dijadikan tersangka. Kepolisian setempat juga belum tahu pemicu tawuran. "Masih dikembangkan," kata Kapolsek Makasar Komisaris Sutarjo.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan