medcom.id, Jakarta: Mobil sedan tempat ditemukannya jasad tiga bocah perempuan di Lapangan Pergudangan Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, belum diketahui pemiliknya. Mobil yang diketahui sudah rusak itu dititipkan kepada warga sekitar untuk dibongkar.
"Mobil ini mobil titipan, nggak tahu punya siapa, ada yang bilang dititipin ke Pak Hossairi," ujar Darsono, ayah salah satu bocah yang tewas di mobil, Rani kepada Metrotvnews.com, Sabtu (28/3/2015).
Sejak ditemukannya jasad tiga bocah Rani, Hana, dan Naipah, mobil tersebut diamankan oleh Polsek Penjaringan dengan cara diderek guna penyelidikan lebih lanjut.
Namun, menurut keterangan Ketua RT dan RW setempat, pemilik mobil akan coba menyelesaikan dengan kekeluargaan bersama keluarga ketiga bocah nahas itu. "Kata Pak RT nanti pemilik mobil bakal mendatangi kami untuk selesaikan masalah secara kekeluargaan," kata Wahyu.
Keluarga korban pun tidak akan menempuh jalur hukum kepada pemilik mobil tersebut meski telah menewaskan putri kecil mereka. Keluarga korban ikhlas dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah.
"Saya enggak berencana nuntut sampai proses hukum. Kami sekeluarga sudah rela dengan kepergian Rani," ucap Darsono, ayah Rani.
Sebelumnya, tiga bocah perempuan Rani, 5, Naipah, 5, dan Hana 4 ditemukan tewas dalam sebuah sedan bernomor polisi B 1757 TW di Lapangan Pergudangan Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketiganya diduga kehabisan oksigen dan kepanasan setelah terkurung selama 1,5 jam. Mobil yang terparkir di lapangan dekat rumahnya itu diketahui sudah lama rusak. Ketiganya ditemukan telah terbujur kaku di bagian belakang mobil.
medcom.id, Jakarta: Mobil sedan tempat ditemukannya jasad tiga bocah perempuan di Lapangan Pergudangan Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, belum diketahui pemiliknya. Mobil yang diketahui sudah rusak itu dititipkan kepada warga sekitar untuk dibongkar.
"Mobil ini mobil titipan, nggak tahu punya siapa, ada yang bilang dititipin ke Pak Hossairi," ujar Darsono, ayah salah satu bocah yang tewas di mobil, Rani kepada
Metrotvnews.com, Sabtu (28/3/2015).
Sejak ditemukannya jasad tiga bocah Rani, Hana, dan Naipah, mobil tersebut diamankan oleh Polsek Penjaringan dengan cara diderek guna penyelidikan lebih lanjut.
Namun, menurut keterangan Ketua RT dan RW setempat, pemilik mobil akan coba menyelesaikan dengan kekeluargaan bersama keluarga ketiga bocah nahas itu. "Kata Pak RT nanti pemilik mobil bakal mendatangi kami untuk selesaikan masalah secara kekeluargaan," kata Wahyu.
Keluarga korban pun tidak akan menempuh jalur hukum kepada pemilik mobil tersebut meski telah menewaskan putri kecil mereka. Keluarga korban ikhlas dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah.
"Saya enggak berencana nuntut sampai proses hukum. Kami sekeluarga sudah rela dengan kepergian Rani," ucap Darsono, ayah Rani.
Sebelumnya, tiga bocah perempuan Rani, 5, Naipah, 5, dan Hana 4 ditemukan tewas dalam sebuah sedan bernomor polisi B 1757 TW di Lapangan Pergudangan Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketiganya diduga kehabisan oksigen dan kepanasan setelah terkurung selama 1,5 jam. Mobil yang terparkir di lapangan dekat rumahnya itu diketahui sudah lama rusak. Ketiganya ditemukan telah terbujur kaku di bagian belakang mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)