medcom.id, Jakarta: Jakarta International Kite Festival kembali menggelar festival layang-layang ke-21 di Ancol Beach City. Festival layang-layang bertaraf internasional ini diikuti dari beberapa negara, yakni Australia, Swedia, Belanda, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Indonesia.
Ketua Panitia Sari Majid mengatakan, festival layang-layang tahun ini mengambil tema Persahabatan Langit Biru. Dia bilang, acara ini juga akan melakukan night flying atau menerbangkan layang-layang dengan hiasan lampu di malam hari.
"Tapi tahun ini kita tidak menyelenggarakan kompetisi. Ini hanya pameran saja," kata Sari kepada Metrotvnews.com di Ancol Beach City, Jakarta Utara, Sabtu (26/12/2015).
Kompetisi layang-layang tak digelar lantaran panitia tidak mendapat dukungan dana dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Sebab, Disparbud DKI tidak memiliki alokasi anggaran karena polemik APBD DKI tahun lalu.
"Jadi, kami bikin acara sendiri saja, dari empat komunitas pecinta layang-layang," jelasnya.
Pantauan Metrotvnews.com, festival layang-layang tersebut menarik perhatian pengunjung pantai Ancol. Beberapa pengunjung tampak mengabadikan momen atraksi layang-layang bersama keluarga.
Sari Majid (MTVN.Wanda)
Gadis, 42, salah seorang peserta dari Singapura tampak sibuk menerbangkan layang-layang bertemakan fauna laut. Salah satunya, layang-layang berbentuk ikan pari dengan panjang mencapai 20 meter.
"Karena diadakan di Pantai, jadi kita coba tampilkan layang-layang bertema fauna laut seperti lumba-lumba, kapal laut, ikan badut. Kita sangat senang ikut acara ini, kita sudah 4 tahun mengikuti festival ini," kata dia.
Supriyanto, 52, peserta dari Indonesia mengatakan dirinya membuat layang-layang berbentuk hewan fantasi. "Kalau saya bikin yang bentuknya belum ada, seperti zulu, hewan berbentuk seperti macan berwarna hitam," kata Supriyanto.
Layangan (MTVN.Wanda)
Part, peserta dari Belanda menampilkan sport kite atau revolution. Layang-layang ini biasanya terbang rendah dan dapat dapat bermanuver ke segala arah dengan kecepatan tinggi.
Berbeda dengan layang-layang kebanyakan, Anderson peserta dari Swedia, menampilkan layang-layang berbentuk botol minuman berwarna hitam.
"Saya sebut itu Absolute. Memang bentuknya simple, tidak banyak detail," kata Anderson.
medcom.id, Jakarta: Jakarta International Kite Festival kembali menggelar festival layang-layang ke-21 di Ancol Beach City. Festival layang-layang bertaraf internasional ini diikuti dari beberapa negara, yakni Australia, Swedia, Belanda, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Indonesia.
Ketua Panitia Sari Majid mengatakan, festival layang-layang tahun ini mengambil tema Persahabatan Langit Biru. Dia bilang, acara ini juga akan melakukan
night flying atau menerbangkan layang-layang dengan hiasan lampu di malam hari.
"Tapi tahun ini kita tidak menyelenggarakan kompetisi. Ini hanya pameran saja," kata Sari kepada
Metrotvnews.com di Ancol Beach City, Jakarta Utara, Sabtu (26/12/2015).
Kompetisi layang-layang tak digelar lantaran panitia tidak mendapat dukungan dana dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Sebab, Disparbud DKI tidak memiliki alokasi anggaran karena polemik APBD DKI tahun lalu.
"Jadi, kami bikin acara sendiri saja, dari empat komunitas pecinta layang-layang," jelasnya.
Pantauan
Metrotvnews.com, festival layang-layang tersebut menarik perhatian pengunjung pantai Ancol. Beberapa pengunjung tampak mengabadikan momen atraksi layang-layang bersama keluarga.
Sari Majid (MTVN.Wanda)
Gadis, 42, salah seorang peserta dari Singapura tampak sibuk menerbangkan layang-layang bertemakan fauna laut. Salah satunya, layang-layang berbentuk ikan pari dengan panjang mencapai 20 meter.
"Karena diadakan di Pantai, jadi kita coba tampilkan layang-layang bertema fauna laut seperti lumba-lumba, kapal laut, ikan badut. Kita sangat senang ikut acara ini, kita sudah 4 tahun mengikuti festival ini," kata dia.
Supriyanto, 52, peserta dari Indonesia mengatakan dirinya membuat layang-layang berbentuk hewan fantasi. "Kalau saya bikin yang bentuknya belum ada, seperti zulu, hewan berbentuk seperti macan berwarna hitam," kata Supriyanto.
Layangan (MTVN.Wanda)
Part, peserta dari Belanda menampilkan
sport kite atau
revolution. Layang-layang ini biasanya terbang rendah dan dapat dapat bermanuver ke segala arah dengan kecepatan tinggi.
Berbeda dengan layang-layang kebanyakan, Anderson peserta dari Swedia, menampilkan layang-layang berbentuk botol minuman berwarna hitam.
"Saya sebut itu Absolute. Memang bentuknya
simple, tidak banyak detail," kata Anderson.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)