Proses Tebus 'Dosa' Via Tilang Elektronik
Camera CCTV terdapat di simpang empat patung kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga
Jakarta: Pelanggar lalu lintas yang terekam sistem tilang elektronik (e-TLE) wajib membayar denda bila tidak ingin surat tanda nomor kendaraan (STNK) diblokir. Ada serangkaian proses yang perlu dilakukan mereka untuk menebus ‘dosanya’.

Saat ini, sebanyak 3.624 kendaraan terkena tilang elektronik. Data itu tercatat selama 24 hari diberlakukan penindakan. Pelanggar paling banyak terdapat di Jalan MH Thamrin, yakni 2.468 kendaraan, sedangkan di Jalan Medan Merdeka sebanyak 1.156. 

"Pelat hitam ada 2.777 kendaraan, pelat kuning 639 kendaraan, pelat merah 60 kendaraan, pelat luar DKI Jakarta 69 kendaraan, mobil dinas TNI dan Polri 53 kendaraan, dan mobil kedutaan 16 kendaraan," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, Selasa, 27 November 2018.


Ribuan kendaraan yang melanggar di kawasan Jalan Medan Merdeka dan MH Thamrin itu langsung diverifikasi oleh petugas back office Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Hal itu guna untuk memastikan validitas pelanggaran.

Petugas lalu mengirimkan surat konfirmasi disertai foto pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan. Pengiriman surat dilakukan melalui PT Pos Indonesia atau email dan nomor telepon dengan jangka waktu maksimal tiga hari setelah peristiwa pelanggaran.

Setelah menerima surat konfirmasi, pemilik kendaraan memiliki waktu selama lima hari untuk mengonfirmasinya. Proses ini bisa dilakukan melalui situs etle-pmj.info atau aplikasi e-TLE PMJ yang dapat diunduh ponsel android atau melalui PT Pos Indonesia.

"Rincian penindakan e-TLE yang sudah terkonfirmasi selam 24 hari diberlakukan ada sebanyak 1.917 kendaraan," ujar Yusuf. 

Baca: E-TLE 'Tangkap' 3.624 Pelanggar Lalu Lintas

Setelah mengonfirmasi, pemilik kendaraan akan mendapat surat tilang berwarna biru sebagai bukti pelanggaran berikut dengan kode BRI virtual untuk menyelesaikan pembayaran denda. Pembayaran denda paling lama dilakukan satu pekan.

"Jumlah pelanggar e-TLE yang telah terbayarkan selama diberlakukan e-TLE ada sebanyak 180 kendaraan," imbuh dia.

Pemilik kendaraan yang tidak menyelesaikan denda hingga batas waktu yang ditentukan, secara otomatis STNK diblokir. Untuk membuka blokir itu, pelanggar harus menyelesaikan pembayaran denda terlebih dahulu. 

Kebijakan e-TLE telah diterapkan sejak 1 November 2018. Sebelum menerapkan kebijakan itu, polisi lalu lintas terlebih dahulu menjalankan uji coba dari 1 hingga 31 Oktober 2018.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id