Ilustrasi. (Foto:MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (Foto:MI/Panca Syurkani)

Beberapa Kota di Indonesia Terindikasi Hujan Asam

Antara • 26 November 2014 14:29
medcom.id, Jakarta: Beberapa kota di Indonesia terindikasi mengalami hujan asam dengan nilai rata-rata pH air hujan pada 2001-2013 berkisar 4,3-5,6. Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Arief Yuwono.
 
"Terlihat bahwa di titik pemantauan deposisi asam di Bandung, Serpong (Tangerang Selatan), Jakarta, Kototabang, dan Maros terindikasi terjadi deposisi asam," Arief Yuwono di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
 
Deposisi asam adalah terdeposisinya asam-asam di atmosfer baik dalam bentuk gas maupun cairan ke tanah, sungai, hutan dan tempat lainnya melalui tetes air hujan, kabut, embun, salju, aerosol yang jatuh bersama angin.

Asam-asam tersebut berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic) seperti emisi pembakaran batubara dan minyak bumi, serta emisi dari kendaraan bermotor. Kegiatan alam seperti letusan gunung berapi juga dapat menjadi salah satu penyebab deposisi asam.
 
Indikasi terjadinya deposisi asam adalah pH air hujan di bawah 5,6 dan dalam bahasa umum biasa juga disebut "hujan asam".
 
Deposisi asam yang turun akan membasahi tanah dan benda-benda di permukaan bumi, mengalir melalui sungai hingga ke danau atau rawa-rawa dan selanjutnya akan memberikan dampak yang negatif.
 
Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletakkan di area terbuka untuk waktu yang lama.
 
Asam yang bereaksi dengan senyawa lain akan menyebabkan kabut polusi (urbansmog) yang mengakibatkan iritasi pada paru-paru, asma, bronkitis dan penyakit pernapasan lainnya.
 
Arief mengatakan, pengendalian deposisi asam dapat dilakukan dengan cara efisiensi dan preservasi energi, pengembangan nonfossil fuel dan teknologi ramah lingkungan. Untuk itu, diperlukan peran serta pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder yang terintegrasi dalam manajemen pengendalian deposisi asam sehingga tercipta pembangunan berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>