Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

Kendaraan Pribadi Tidak Kena Imbas PSBB di Jakarta

Nasional Virus Korona PSBB
Sri Yanti Nainggolan • 07 April 2020 22:13
Jakarta: Kendaraan pribadi tidak terkena imbas pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di DKI Jakarta. Kebijakan PSBB mulai diterapkan Jumat, 10 April 2020.
 
"Yang kita atur kendaraan umum," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Rabu, 7 April 2020.
 
Namun, ia menekankan jaga jarak aman (physical distancing) tetap harus dilakukan. Sementara itu, pembatasan kendaraan umum berimbas pada jam operasional dan jumlah penumpang. Kendaraan beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kapasitas turun 50 persen. Kalau biasanya bisa 50 penumpang maka tinggal 25 orang," terang dia.
 
Terkait ojek online, Anies menegaskan moda transportasi ini tak dilarang asalkan jaga jarak tetap dilakukan. Dengan demikian, jumlah penumpang secara tidak langsung harus dibatasi.
 
"Barang atau delivery boleh. Kendaraan roda empat boleh tapi dibatasi jumlah penumpangnya," jelas dia.
 
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menandatangani surat persetujuan PSBB DKI Jakarta, Senin, 6 April 2020. PSBB diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis, 2 April 2020.
 
Dengan aturan ini, Anies bisa menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. PSBB direstui karena pasien positif terus bertambah.
Kendaraan Pribadi Tidak Kena Imbas PSBB di Jakarta
 
Baca: Anies Umumkan PSBB Jakarta Mulai Jumat 10 April
 
Jumlah pasien positif di seluruh Indonesia per Selasa, 7 April 2020, mencapai 2.738 orang dengan 247 di antaranya kasus baru. Sebanyak 204 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 221 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.
 
Pasien penyakit dengan gejala flu, demam, hingga sesak napas itu kebanyakan berada di DKI Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 1.395 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 867 pasien dirawat, 326 isolasi mandiri, 69 telah sembuh, dan meninggal 133 orang.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif