medcom.id, Jakarta: Wali Kota Jakarta Utara telah mensosialisasikan rencana Pemprov DKI untuk menertibkan permukiman di Kalijodo kepada warga Kalijodo, Jakarta Utara, Minggu (14/2/2016).
Rustam mengatakan, sosialisasi dihadiri dengan seluruh ketua RT 001, 003, 004, 005, RW 5, dan sejumlah warga Kalijodo. Rustam datang bersama lurah, camat, TNI dan sejumlah aparat kepolisian setempat.
"Iya benar ada sosialisasi, tapi sekarang sudah selesai. Kita melakukan pemberitahuan soal penertiban kepada seluruh warga di sana," ujar Rustam saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (14/2/2016).
Selain sosialisasi penertiban Kalijodo, ia juga menawarkan warga untuk pulang ke kampung bagi warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI.
"Sedangkan, bagi warga pemilik KTP DKI, nanti kita tampung di rumah susun. Kami juga akan memberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja," papar Rustam.
Rustam mengaku, sosialisasi yang digelar pagi tadi berjalan kondusif. Pihaknya akan menunggu respon dari warga terkait penertiban Kalijodo.
"Kami masih menunggu respon warga. Kan tidak mungkin langsung direspon. Harus dibaca dan dipikir-pikir lagi," lanjut Rustam.
Dia menambahkan, jika dalam waktu tiga hari belum ada respon pihaknya akan memberikan penjelasan secara lisan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara. Ahok, sapaan Basuki, mengaku punya beberapa alasan buat meratakan daerah tersebut.
Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dijadikan permukiman.
Wacana penggusuran Kalijodo mencuat pekan ini. Pemicunya, insiden Toyota Fortuner yang menabrak motor dan menewaskan empat orang.
Hasil penyelidikan, Riki sang pengendara Fortuner, mengantuk setelah pesta minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat pada perayaan Imlek 2567, 8 Februari.
medcom.id, Jakarta: Wali Kota Jakarta Utara telah mensosialisasikan rencana Pemprov DKI untuk menertibkan permukiman di Kalijodo kepada warga Kalijodo, Jakarta Utara, Minggu (14/2/2016).
Rustam mengatakan, sosialisasi dihadiri dengan seluruh ketua RT 001, 003, 004, 005, RW 5, dan sejumlah warga Kalijodo. Rustam datang bersama lurah, camat, TNI dan sejumlah aparat kepolisian setempat.
"Iya benar ada sosialisasi, tapi sekarang sudah selesai. Kita melakukan pemberitahuan soal penertiban kepada seluruh warga di sana," ujar Rustam saat dihubungi
Metrotvnews.com, Minggu (14/2/2016).
Selain sosialisasi penertiban Kalijodo, ia juga menawarkan warga untuk pulang ke kampung bagi warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI.
"Sedangkan, bagi warga pemilik KTP DKI, nanti kita tampung di rumah susun. Kami juga akan memberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja," papar Rustam.
Rustam mengaku, sosialisasi yang digelar pagi tadi berjalan kondusif. Pihaknya akan menunggu respon dari warga terkait penertiban Kalijodo.
"Kami masih menunggu respon warga. Kan tidak mungkin langsung direspon. Harus dibaca dan dipikir-pikir lagi," lanjut Rustam.
Dia menambahkan, jika dalam waktu tiga hari belum ada respon pihaknya akan memberikan penjelasan secara lisan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara. Ahok, sapaan Basuki, mengaku punya beberapa alasan buat meratakan daerah tersebut.
Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dijadikan permukiman.
Wacana penggusuran Kalijodo mencuat pekan ini. Pemicunya, insiden Toyota Fortuner yang menabrak motor dan menewaskan empat orang.
Hasil penyelidikan, Riki sang pengendara Fortuner, mengantuk setelah pesta minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat pada perayaan Imlek 2567, 8 Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)