Warga di Jakarta semakin peduli protokol kesehatan dan ikut serta mengawasi pelanggaran PSBB Jilid II. Antara/Nova Wahyudi
Warga di Jakarta semakin peduli protokol kesehatan dan ikut serta mengawasi pelanggaran PSBB Jilid II. Antara/Nova Wahyudi

Warga Jakarta Semakin Rajin Ikut Mengawasi PSBB

Nasional dki jakarta Virus Korona protokol kesehatan PSBB Jakarta
Putri Anisa Yuliani • 16 Oktober 2020 15:33
Jakarta: Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut warga Ibu Kota semakin rajin ikut mengawasai pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini menjadi tanda warga Jakarta semakin disiplin dan memahami aturan selama pandemi covid-19.
 
Keterlibatan warga itu terlihat dari banyaknya warga yang melaporkan temuan pelanggaran protokol kesehatan. Laporan itu salah satunya banyak masuk ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini).
 
"Warga ini suka menjadi relawan-relawan dengan memfoto lalu melaporkan ke aplikasi. Ini langsung kita tindaklanjuti," kata Arifin dalam diskusi virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tindakan warga ini juga menjadi bentuk sanksi sosial bagi pelanggar. Sebab, warga yang melaporkan pelanggaran pasti akan menceritakan temuan pelanggaran protokol kesehatan kepada teman dan jejaringnya melalui media sosial.
 
Arifin mendorong warga dan pelaku usaha di Jakarta disiplin menjalankan protokol kesehatan. Walau tidak diawasi petugas setiap waktu, semakin banyak warga menjadi pengamat dan penilai langsung ketaatan masyarakat selama PSBB jilid II di Jakarta.
 
"Masyarakat kini semakin peduli. Mereka ingin wabah ini cepat selesai dan tertangani," tegas Arifin.
 
Baca: DKI Terima Hampir 7.000 Laporan Pelanggaran PSBB
 
Pemprov DKI Jakarta menerima hampir 7.000 aduan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Laporan daring maupun langsung tersebut dikumpulkan dari 1 Maret hingga 11 Oktober 2020.
 
"Kami telah menerima sebanyak 6.886 laporan pelanggaran PSBB dari 4.404 pelapor," ujar Kepala UP Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Yudhistira Nugraha dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Aduan paling banyak masuk ke aplikasi Jakarta Kini (JAKI), 2.099 laporan. Kemudian Twitter (1.131 laporan), surat elektronik atau email (1.081 laporan), SMS center (808 laporan), dan Qlue (674 laporan).
 
Ada juga yang melapor melalui Facebook (517 laporan), Lapor 1708 (461 laporan), akun Twitter Gubernur Anies Baswedan (84 laporan), dan Balai Warga (31 laporan).
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif