Aktivitas sejumlah nelayan kerang hijau di kawasan Muara Angke, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Foto: MI/Pius Erlangga
Aktivitas sejumlah nelayan kerang hijau di kawasan Muara Angke, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Foto: MI/Pius Erlangga

Cacat Berat Kerang Hijau Teluk Jakarta

Nasional pencemaran pemprov dki
Antara • 15 Oktober 2019 15:19
Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta disarankan melarang warganya mengonsumsi kerang hijau dari Teluk Jakarta. Hewan laut itu dianggap sudah tercemar logam berat dari pencemaran limbah.
 
"Kalau mau kerang hijau ya ambilah dari tempat lain, jangan dari Teluk Jakarta. Kerang hijau yang dibudidayakan di tempat lain masih aman untuk dikonsumsi," kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.
 
Menurut dia, kerang hijau di Teluk Jakarta sudah cacat. Dari hasil penelitian sejak 2000, hewan bernama ilmiah perna viridis yang ada di Teluk Jakarta itu mengalami kerusakan pada insang, hepatopankreas, dan dagingnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan kecacatan pada kerang hijau ini tidak ketahui orang awam, tetapi tanda-tanda kerusakan itu sudah tampak. Salah satu tanda kerusakan yakni waktu panen yang lebih lama, dari tiga menjadi lima bulan.
 
Dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) ini mengatakan publik juga terkadang salah paham dengan kondisi kerang hijau Teluk Jakarta. "Masyarakat berpikirnya ini kerang pasti gendut-gendut, padahal itu kerang cacat."
 
Dia memaparkan logam berat di perairan Teluk Jakarta memiliki sifat teratogenik. Hal ini mengakibatkan cacat bawaan pada embrio. Bila kerang hijau ini terlalu banyak dikonsumsi ibu hamil, bayi yang dilahirkan berpotensi mengalami cacat bawaan.
 
Untuk itu, sejak 2004, Etty sudah mengusulkan Pemerintah DKI menghentikan konsumsi kerang hijau dari Teluk Jakarta. Sementara itu, teluk ini menjadi muara bagi 13 sungai yang membawa beragam sedimentasi, tidak terkecuali limbah berbahaya.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif