Pemilik kios buku menata dagangan di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan.
Pemilik kios buku menata dagangan di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan.

Kios Buku Pasar Kenari Mulai Digemari

Nasional pedagang pasar senen
Sri Yanti Nainggolan • 02 Desember 2019 13:36
Jakarta: Pedagang buku di Pasar Kenari mulai berseri karena aktivitas jual beli mulai ramai. Cuitan viral warganet tentang kondisi Pasar Kenari pada Agustus 2019 berperan penting menarik pembeli.
 
Naomi, salah satu pemilik kios buku, sudah delapan bulan berdagang di Pasar Kenari. Pelan-pelan, penghasilan Naomi mulai normal serupa berjualan buku di Terminal Senen dulu.
 
"Tadinya sepi banget, mulai ramai sejak viral. Tadinya tak ada orang," kata pemiliki kios komik dan novel itu kepada Medcom.id di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Naomi mengenang pertama kali mengangkut dagangannya dari Terminal Pasar Senen ke Pasar Kenari. Rata-rata pengunjung yang membeli buku sekitar dua atau empat orang sebulan.
 
Kini, setidaknya kios komik dan novelnya mendapatkan 10 pelanggan dalam sebulan. Naomi menyebut pendapatannya bisa membayar biaya pelayanan bulanan Rp285 ribu dan listrik Rp5 ribu.
 
Jumlah pengunjung Pasar Kenari sangat bergantung dengan musim sekolah. Pengunjung biasanya berjubel menjelang tahun ajaran baru. Biasanya pengunjung sesak pada Februari dan September.
 
Anisa, pedagang buku pelajaran, optimistis kios buku Pasar Kenari makin ramai. Sejumlah acara telah digelar di Pasar Kenari untuk menarik pengunjung. Bekas pedagang buku pelajaran di Terminal Senen ini menyebut sudah dua kali pameran buku diadakan di Pasar Kenari tahun ini.
 
"Selain itu, pengambilan KJP juga di sini, seperti beras atau daging. Jadi senang di sini," kata Anisa.
 
Pasar Kenari juga memiliki fasilitas pendukung yang membuat nyaman calon pembeli.Lantai tiga pasar tersebut memiliki pusat anjungan tunai mandiri (ATM), ruang laktasi, Jakmart, kantin, dan beberapa kedai kopi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif