Kopaja/MI/Galih Pradipta
Kopaja/MI/Galih Pradipta

Kopaja Masih Dibutuhkan untuk Wilayah Permukiman

Intan fauzi • 11 Mei 2015 22:10
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana menyingkirkan Kopaja secara bertahap dan menggantinya menjadi bus single atau bus besar. Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menilai gagasan itu sebagai ide bagus karena bisa mengangkut banyak penumpang.
 
Namun, Kopaja dinilai tetap dibutuhkan untuk wilayah tertentu.  “Tetapi itu tidak mungkin diubah semuanya ke bus besar. Masih dibutuhkan bus-bus sedang untuk yang tidak melewati jalan protokol,” kata Shafruhan ketika dihubungi Metrotvnews.com, Senin (11/5/2015).
 
Penyingkiran Kopaja juga tak mudah. “Itu kan Ahok mengusulkan agar bus sedang diganti ke bus besar, tetapi tidak semudah yang dia harapkan,” tambahnya.

Pasalnya, para pemilik Kopaja yang diwadahi Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) memiliki kemampuan berbeda. Tak semuanya dapat mengganti bus sedang menjadi bus besar.
 
“Karena Kopaja kan di bawah koperasi milik perseorangan yang merupakan anggota koperasi. Mereka itu kan kemampuannya berbeda-beda. Masa nanti belang, ada yang punya bus besar, ada yang punya bus sedang. Nanti dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat,” terang Shafruhan.
 
Sebelumnya, Ahok sempat menyatakan ingin menyingkirkan Kopaja dan menggantinya dengan bus ukuran Transjakarta. "Secara bertahap kami singkirkan mereka. Semua Kopaja kami ganti ukuran besar seperti TransJakarta. Jadi, enggak ada lagi bus ukuran seperti sekarang itu di Jakarta," kata mantan Bupati Belitung Timur itu di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 8 Mei 2015.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>