Ilustrasi -- Prita Daneswari
Ilustrasi -- Prita Daneswari

Tekan Kriminalitas, Polisi Bikin Sayembara Tangkap Penjahat

Nasional kriminalitas jalanan pembegalan
Tesa Oktiana Surbakti • 05 Februari 2015 11:17
medcom.id, Jakarta: Kriminalitas jalanan makin marak akhir-akhir ini. Polisi pun mengadopsi istilah, "Kejahatan terjadi bukan karena semata-semata niat pelaku, namun juga karena ada kesempatan." Bila masyarakat lebih sadar memperhatikan lingkungannya, tidak mustahil keamanan dapat tercipta. Kesadaran itulah yang sedang dibangun Kepolisian Sektor Cengkareng.
 
Mereka pun mengadakan sayembara penangkapan pelaku kejahatan konvensional, seperti pencurian hingga kriminalitas jalanan (jambret atau preman).
 
Hadiahnya cukup menggiurkan. Bagi warga yang berhasil menemukan sekaligus menangkap pelaku, dihadiahi uang sebesar Rp1 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sebagai pemantik bagi masyarakat agar lebih "aware" dengan keamanan di lingkungannya. Jika ada sayembara seperti itu, warga akan lebih seksama memperhatikan. Alhasil pelaku kejahatan jadi "sungkan" beraksi, wong gerak-geriknya sudah diperhatikan," jelas Kapolsek Cengkareng, Ajun Komisaris Sutarjono, kepada pewarta, Kamis (5/2/2015).
 
Kesadaran warga yang sengaja dibangun kepolisian, tidak lain juga bertujuan untuk menekan angka kriminalitas. Langkah ini, ujar Sutarjono, membuahkan hasil. Buktinya, dalam sebulan, ada saja sejumlah warga yang melapor kepada petugas, begitu mendapati pelaku kejahatan di wilayahnya.
 
Sayembara itu telah disebarluaskan ke tingkat Lurah hingga RT/RW di penjuru wilayah Kecamatan Cengkareng.
 
"Nah, sekarang yang kembali marak ini kan pencurian kendaraan motor (curanmor). Dalam sehari di wilayah Cengkareng, minimal pasti ada satu kejadian. Makanya kita galakkan kembali sayembara itu, biar warga tergugah membantu kepolisian untuk memberantas aksi-aksi curanmor," kata dia.
 
Selanjutnya, Polsek Cengkareng menargetkan zero curanmor. Oleh karena itu, setiap bulan diadakan evaluasi khusus terkait wilayah mana saja yang terjadi kasus curanmor tinggi. Wilayah yang terdeteksi rawan curanmor, kemudian akan diberi tanda melalui pemasangan bendera hitam. Tanda tersebut menjadi "alarm" bagi warga untuk meningkatkan pengawasannya.
 
"Program wilayah siaga sudah lama dibentuk, tapi bagaimana meningkatkan kesiagaan wilayah itu yang harus terus dipikirkan. Apalagi modus kejahatan semakin bervariasi, pelaku juga pintar memodifikasi teknik-teknik yang diterapkan," kata Sutarjono.
 
(BOB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif