Selebgram Indra Kesuma atau Indra Kenz ditahan polisi/Medcom.id/Siti Yona
Selebgram Indra Kesuma atau Indra Kenz ditahan polisi/Medcom.id/Siti Yona

Penahanan Pacar hingga Adik Indra Kenz Diperpanjang

Nasional penipuan polri Investasi Bodong Perpanjangan Masa Penahanan Indra Kenz Binomo Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 11 Mei 2022 08:29
Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo, Vanessa Khong, Rudianto Pei, dan Nathania Kesuma. Penahanan pacar, orang tua, dan adik Indra Kesuma alias Indra Kenz itu diperpanjang. 
 
"Mulai 11 Mei sampai 19 Juni 2022, penahanan ketiganya diperpanjang 40 hari," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Mei 2022. 
 
Gatot mengatakan perpanjangan penahanan itu dilakukan untuk kepentingan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Ketiga tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vanessa yang merupakan kekasih Indra Kenz terseret kasus Binomo karena menerima aliran duit Rp5 miliar dari crazy rich asal Medan itu. Vanessa juga menerima beberapa barang seninai Rp349 juta. 
 
Baca: 82 Saksi Terkait Kasus Investasi Bodong Binomo Diperiksa
 
Indra Kenz juga membelikan sebidang tanah di Jalan Sutra Utama Cluster Sutera Narada I Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Aset atas nama Vanessa Khong itu bernilai Rp7,8 miliar. 
 
Sedangkan, ayah Vanessa, Rudianto Pei terseret karena membeli 10 jam tangan mewah Indra Kenz seharga Rp8 miliar. Jam tangan mewah itu dibeli dengan tujuan untuk menyamarkan hasil kejahatan Indra. 
 
Sementara itu, adik kandung Indra Kenz, Nathania Kesuma, terseret kasus investasi bodong Binomo karena menerima uang diduga kuat hasil kejahatan senilai Rp9.443.436.055. Nathania juga dibelikan rumah di Medan, Sumatra Utara, oleh Indra. Kemudian, membuat akun kripto di Indodax bersama Indra dengan aset mencapai Rp35 miliar.
 
Ketiga tersangka dijerat Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP terkait orang yang turut serta melakukan perbuatan pidana. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif