Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers kasus aborsi di Bekasi, Rabu, 10 Februari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers kasus aborsi di Bekasi, Rabu, 10 Februari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Pasien Aborsi Ilegal di Bekasi Gugurkan Kandungan karena Ekonomi

Nasional polri polisi lembaga hukum penegakan hukum aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 10 Februari 2021 17:45
Jakarta: Polisi mengantongi motif RS menggugurkan kandungannya di tempat aborsi ilegal di kawasan Padurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. RS mengaku mengaborsi janinnya karena faktor ekonomi.
 
"Menurut pengakuannya suami sakit sehingga ada keterbatasan ekonomi. Dia harus menggugurkan takut nanti menanggung pada saat melahirkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Februari 2021.
 
RS mengakui aborsi dilakukan tanpa sepengetahuan suami. Dia mencari informasi terkait praktik aborsi secara mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut si ibu pemilik janin itu niatan dia sendiri. Bahkan dia sendiri yang pergi mencari orang-orang yang bisa mengaborsi," ujar Yusri.
 
Baca: Pasutri Pelaku Aborsi Ilegal di Bekasi Pernah Beroperasi pada 2020
 
RS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia diduga melakukan aborsi secara ilegal.
 
Polda Metro Jaya menggerebek rumah yang dijadikan tempat aborsi ilegal itu pada Senin, 1 Februari 2021. Polisi menangkap tiga pelaku, yakni pasangan suami istri (pasutri) berinisial ER dan ST, serta pasien aborsi berinisial RS.
 
Ketiga tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; dan atau Pasal 77A jo Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 53 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Pasal itu mengatur hukuman masing-masing 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif