Gubernur Nonaktif Aceh jadi Tersangka Gratifikasi

Juven Martua Sitompul 08 Oktober 2018 18:27 WIB
OTT Gubernur Aceh
Gubernur Nonaktif Aceh jadi Tersangka Gratifikasi
Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf (IY) - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf (IY) sebagai tersangka. Mantan kombatan GAM itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang tahun anggaran 2006-2011.

Penyidik juga menjerat satu pihak lain sebagai tersangka yakni Izil Azhar (IA). Izil merupakan tangan kanan atau orang kepercayaan Irwandi.

"Ditemukan bukti permulaan yang cukup dan menetapkan dua orang sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.


Febri menyebut total gratifikasi yang diterima Irwandi selaku Gubernur Aceh periode 2007-2012 sebanyak Rp32 miliar. Gratifikasi itu tidak dilaporkan Irwandi kepada KPK selama 30 hari setelah penerimaan.

Atas perbuatannya, Irwandi dan Izil disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nonorb20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca juga: Gubernur Aceh Terus Berkelit Terlibat Suap DOKA)

Penetapan tersangka Irwandi dan Izil merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumut dan Nangroe Aceh Darussalam Heru Sulaksono dan PPK Satker Pengembangan Bebas Sabang Ramadhany Ismy.

Lalu, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang Ruslan Abdul Gani dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang Teuku Syaiful Ahmad. KPK juga telah menjerat dua perusahaan penggarap proyek ini, yakni PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka korporasi.

Sebelum kasus ini, Irwandi Yusuf sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id