Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Pertimbangan KPK Memborgol Koruptor

Nasional kpk
Fachri Audhia Hafiez • 02 Januari 2019 14:53
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menerapkan sistem borgol terhadap tahanan korupsi. Aturan yang dimulai tahun ini tersebut diwajibkan bagi setiap tahanan KPK yang keluar dari rumah tahanan (rutan).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan aspek edukasi publik dan keamanan jadi pertimbangan penerapan aturan itu. Sebelum menerapkan aturan borgol, terlebih dahulu KPK mendengar masukan dari kalangan masyarakat.

"KPK menerima masukan tersebut dan mempelajari kembali aspek hukum, terutama terkait dengan perlakuan terhadap tersangka atau terdakwa yang ditahan oleh KPK," kata Febri di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selain itu, KPK juga melakukan komparasi aturan pengelolaan tahanan oleh instansi penegak hukum lain. Sehingga, untuk pertimbangan keamanan, KPK mulai menerapkan ketentuan pada Peraturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK. "Khususnya Pasal 12 ayat (2) yang mengatur bahwa, dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan pemborgolan. Hal ini dikategorikan dalam pengaturan tentang pemeliharan keamanan dan tata tertib rutan," ujar Febri.

Mulai hari ini KPK resmi menerapkan aturan pemborgolan tahanan. Baik yang sebelum atau setelah pemeriksaan oleh penyidik, ataupun dari rutan menuju tempat persidangan atau tempat lainnya.

"Pada hari pertama di 2019 ini, penerapan aturan tersebut dilakukan di sejumlah rutan dan kebutuhan, pemeriksaan untuk penyidikan di kantor KPK, kebutuhan persiapan persidangan, termasuk saat keluar rutan untuk berobat," beber Febri.

Baca: KPK Mulai Gunakan Borgol

Pantauan Medcom.id, beberapa tahanan yang diperiksa di Gedung KPK Jakarta datang dengan tangan diborgol. Salah satunya, kakak ipar dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, yakni Tubagus Cepy Sethiady.

Menggunakan kemeja kotak-kotak merah dan celana coklat, Tubagus tampak menyembunyikan borgol yang melekat ditangannya. Tak satu pun kata keluar dari mulut Tubagus usai diperiksa KPK.

Tubagus hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvan yang diduga terlibat kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. Dalam kasus ini, Bupati Cianjur Irvan diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.


(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi