Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga
Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga

Berkas Ratna Kembali Dilimpahkan Pekan Depan

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Siti Yona Hukmana • 02 Januari 2019 17:38
Jakarta: Berkas perkara tersangka kasus berita bohong Ratna Sarumpaet bakal kembali diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Berkas sempat dikembalikan karena belum lengkap.
 
"Senin, 7 Januari 2019 dilimpahkan kembali ke Kejaksaan," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian kepada Medcom.id, Rabu, 2 Januari 2019.
 
JPU mengembalikan berkas kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya awal Desember 2018. Penyidik langsung melengkapi dengan memeriksa saksi maupun tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Pemeriksaan saksi) sudah semua. Tapi nanti enggak tahu jaksa apa ada lagi yang mau ditambahin. Yang penting, apa yang dikembalikan kemarin sudah kami penuhi," ujar Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKP Nico Purba.
 
Baca: Berkas Ratna Sarumpaet Belum Lengkap
 
Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Mereka ialah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro. Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang juga telah diperiksa.
 
Sejumlah nama lain, seperti juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dan staf pribadi Ratna, Ahmad Rubangi, dan dua anak Ratna, Atiqah Hasiholan, Fathom Saulina dan terakhir akademisi Rocky Gerung.
 
Baca: Kejaksaan Tak Istimewakan Ratna Sarumpaet
 
Ratna dianggap melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.
 

 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif