KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Taufik Kurniawan

Dero Iqbal Mahendra 01 November 2018 16:30 WIB
suap bupati kebumen
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Taufik Kurniawan
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Waketum PAN Taufik Kurniawan. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempertimbangkan menjemput paksa Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka setelah kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan dari penyidik KPK.

"Apakah dijemput, diperiksa hari ini, atau masih ada pemeriksaan di hari berikutnya," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 1 November 2018.

Taufik Kurniawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016. Hari ini Taufik dijadwalkan untuk diperiksa oleh penyidik KPK. Namun dia mangkir dan lebih memilih ke wilayah daerah pemilihannya (Dapil) di Jawa Tengah.


"Bisa jadi yang bersangkutan masih ada kegiatan di luar. Bisa jadi besok kita panggil lagi," kata Alex.

Saat ditanyakan terkait penahanan Taufik, Alex mengemukakan, pihaknya masih menunggu informasi dari penyidik apakah yang bersangkutan perlu ditahan atau tidak.

"Yang jelas surat perintah penahanan belum sampai ke pimpinan. Jadi nanti dari penyidik, apakah merasa harus dilakukan penahanan atau enggak, nanti kita lihat. Yang jelas belum ada surat penahanan yang sampai ke meja pimpinan. Kan nanti kami yang tandatangan," kata dia.

Senada dikatakan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Menurut Febri, mengkirnya Taufik kali ini merupakan panggilan kedua yang dilayangkan oleh KPK. Febri menjelaskan KPK sebelumnya sudah melayangkan surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka pada 25 Oktober lalu.

Ketika itu kuasa hukum Taufik meminta penjadwalan ulang pemeriksaan kliennya dan kemudian dijadwalkan ulang oleh KPK menjadi tanggal 1 November. Namun kenyataannya pada hari ini Taufik kembali mangkir dari pemeriksaan KPK.

"Perlu kami sampaikan ketidakhadiran hari ini adalah panggilan kedua, dan KPK sudah memberikan kesempatan penjadwalan ulang sebelumnya dari jadwal pertama tgl 25 Oktober. Tadi permintaan penjadwalan ulangnya menjadi tanggal 8 November, kami akan pertimbangkan terlebih dahulu," jelas Febri.

Pertimbangan itu menurut Febri dilakukan mengingat para penyidik memiliki tugas masing-masing yang sudah terencana sebelumnya terkait dengan perkara yang sedang ditangani. KPK akan melihat terlebih dahulu kapan penjadwalan ulang dapat dilakukan.

Febri menjelaskan sprindik Taufik sendiri keluar pada tanggal 18 Oktober dan pihak KPK sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah terpidana kasus korupsi yang terlibat kasus Kebumen di lapasnya masing-masng.

Sebagaimana diketahui KPK telah menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5% atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad. Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id