medcom.id, Jakarta: Politikus senior Partai Demokrat Agus Hermanto sangat yakin Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tak terlibat kasus korupsi. Menurut Wakil Ketua DPR itu, Ibas jauh dari hal-hal yang melanggar hukum.
"Kami yakin persis Ibas tidak mungkin terlibat. Sehari-hari kami sering bergaul, beliau sangat jauh lah terlibat, apalagi proyek," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2015).
Keyakinan Agus bertambah karena tuduhan yang dilontarkan tersangka kasus suap Sutan Bhatoegana tak berdasar. Apalagi saat kasus Sutan terjadi, ayah Ibas, Susilo Bambang Yudhoyono masih berkuasa. Ibas, menurutnya, tentu tidak mau membuat citra orangtuanya buruk.
"Dari media saya tahu katanya ada hubungan rekayasa industri. Kalau rekayasa industri itu BUMN, bukan perusahaan privat. Kalau toh orang, masa mau memihak BUMN, apa hubungannya? Kalau perusahaan privat, mungkin ada hubungannya," terang mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Ibas. Antara/Zabur
Agus menegaskan, saat kasus itu terjadi putra bungsu SBY itu bukanlah anggota Komisi Energi. "Dia kan juga tidak di Komisi VII, tidak mungkin bicara (ranah) Komisi VII," tambahnya.
Terkait seringnya nama Ibas disebut dalam kasus korupsi, Agus menanggapi santai. "Orang nyebut boleh saja berkali-kali, yang penting kenyataan. Toh, berkali-kali juga tak terbukti," tambahnya.
medcom.id, Jakarta: Politikus senior Partai Demokrat Agus Hermanto sangat yakin Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tak terlibat kasus korupsi. Menurut Wakil Ketua DPR itu, Ibas jauh dari hal-hal yang melanggar hukum.
"Kami yakin persis Ibas tidak mungkin terlibat. Sehari-hari kami sering bergaul, beliau sangat jauh lah terlibat, apalagi proyek," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2015).
Keyakinan Agus bertambah karena tuduhan yang dilontarkan tersangka kasus suap Sutan Bhatoegana tak berdasar. Apalagi saat kasus Sutan terjadi, ayah Ibas, Susilo Bambang Yudhoyono masih berkuasa. Ibas, menurutnya, tentu tidak mau membuat citra orangtuanya buruk.
"Dari media saya tahu katanya ada hubungan rekayasa industri. Kalau rekayasa industri itu BUMN, bukan perusahaan privat. Kalau toh orang, masa mau memihak BUMN, apa hubungannya? Kalau perusahaan privat, mungkin ada hubungannya," terang mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Ibas. Antara/Zabur
Agus menegaskan, saat kasus itu terjadi putra bungsu SBY itu bukanlah anggota Komisi Energi. "Dia kan juga tidak di Komisi VII, tidak mungkin bicara (ranah) Komisi VII," tambahnya.
Terkait seringnya nama Ibas disebut dalam kasus korupsi, Agus menanggapi santai. "Orang nyebut boleh saja berkali-kali, yang penting kenyataan. Toh, berkali-kali juga tak terbukti," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)