Polisi. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

9 Perwira Tinggi Polri Masuk Radar Seleksi Capim KPK

Nasional seleksi pimpinan kpk
Cindy • 18 Juni 2019 15:58
Jakarta: Polri telah mengantongi sembilan nama pejabat tinggi (pati) yang ingin mendaftar sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK). Mereka akan diseleksi sesuai persyaratan dari internal Polri sebelum diserahkan ke Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK.
 
"Secara internal itu, nanti ada asesmen untuk mengecek satu persyaratan administrasi, kedua kompetensi, ketiga persyaratan di bidang pengalaman penugasan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Menurut dia, setelah memenuhi seluruh persyaratan, verifikasi tingkat atas dilakukan. Data akan diserahkan ke Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri. "Wanjakti memutuskan, betul-betul yang memenuhi persyaratan sesuai yang disampaikan Pansel secara terbuka."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan Wanjakti akan memberikan surat rekomendasi untuk mengikuti tahapan seleksi capim KPK. Proses seleksi dari internal Polri tersebut bakal berlangsung selama dua hari.
 
"Misalnya tinggal lima orang, lima orang itu yang diberikan surat tahapan rekomendasi untuk mengikuti tahapan seleksi yang sudah dijadwalkan pansel KPK," terang dia.
 
Sementara itu, persyaratan untuk menjadi capim KPK harus memiliki pengalaman di bidang penegakan hukum selama minimal 10 tahun. Pengalaman penindakan dan pemberantasan korupsi bisa mendapat nilai lebih.
 
Baca: Wadah Pegawai KPK Sampaikan Aspirasi ke Pansel
 
"Tapi kalau memiliki kompetensi di bidang atau pernah menangani kasus-kasus korupsi, itu jauh lebih bagus. Ada nilai plus, kalau misalnya diuji ,dia akan memiliki nilai tersendiri dibanding peserta lain," ujar Dedi.
 
Sebelumnya, Pansel Capim KPK meminta Kejaksaan Agung hingga polisi ikut untuk mendaftar. Capim KPK diharapkan memiliki latar belakang praktisi hukum maupun institusi penegak hukum negara.
 
"Pansel itu mengumumkan pendaftaran tapi juga jemput bola. Jadi kita melihat nama-nama yang potensial itu akan kita hubungi agar dia mendaftar," kata Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih, di Kejaksaan Agung, Rabu, 12 Juni 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif