Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Eks Kapolda Metro Jaya Bakal Memenuhi Pemeriksaan

Nasional kasus makar pilpres 2019
Siti Yona Hukmana • 17 Juni 2019 08:11
Jakarta: Eks Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Mochammad Sofyan Jacob memastikan bakal memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Sofyan akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar.
 
"Insyaallah kita akan datang, Pak Sofyan juga," kata Kuasa Hukum Sofyan, Ahmad Yani saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.
 
Ahmad Yani dan Sofyan tidak akan membawa bukti bantahan apapun terkait tuduhan makar yang disangkakan. Alasannya, Kapolda Metro Jaya periode 2001 ini belum pernah diperiksa sekalipun oleh penyidik terkait tuduhan makar tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita malah enggak mengerti mau bawa barang bukti yang mana, sampai saat ini penyidik belum menjelaskan, tahu-tahu Pak Sofyan sudah jadi tersangka. Beliau belum pernah diperiksa sebagai saksi," ujarnya.
 
Ini merupakan pemanggilan ketiga untuk Sofyan. Dia tak bisa memenuhi panggilan kedua pada pada Senin, 10 Juni 2019, karena sakit.
 
(Baca: Polisi Diminta Segera Tahan Eks Kapolda Metro)
 
Sofyan ditetapkan sebagai tersangka makar pada Rabu, 29 Mei 2019. Penetapan itu dilakukan setelah memeriksa 20 saksi lebih, termasuk saksi ahli. Sofyan menjadi satu dari puluhan saksi yang telah diperiksa.
 
Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, Sofyan diduga kuat terlibat pemufakatan makar. Salah satu buktinya, dalam kegiatan di Kertanegara (markas tim Prabowo-Sandi), Jakarta Selatan, Sofyan menyampaikan atau menyebarkan kabar hoaks terkait pemerintah curang.
 
Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif