Sindikat Protitusi Daring Dibekuk
Rilis pengungkapan sindikat prostitusi daring Lendir.org. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Jakarta: Kepolisian membongkar sindikat perdagangan manusia dan prostitusi secara daring melalui Lendir.org. Unit IV Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Mabes Polri membekuk dua tersangka, NMH, 34, dan EDL, 29, akhir Mei 2018.

"Siang hari ini kami dari Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Mabes Polri telah berhasil melakukan penangkapan dan pengungkapan terhadap pelaku Lendir.org," kata Kasubdit 1 Dittipidsiber Kombes Pol Dani Kustoni di Bareskrim Mabes Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Juni 2018.

Kedua tersangka ditangkap ditempat berbeda. NMH, admin sekaligus operator situs Lendir.org, ditangkap di kediamannya di Perumahan Manggar Permai, Ambulu, Jember, Jawa Timur, pada 25 Mei 2018. Polisi mengembangkan penyidikan. Hasilnya, EDL ditangkap di Ciracas, Jakarta.


Kedua tersangka mengaku saling berbagi tugas. NMH yang memiliki kemampuan komputer bertugas mengoperasikan situs Lendir.org sejak 2012. Selain itu, ia juga mengoperasikan forum bagi para mucikari dan pelanggan yang diperkirakan mencapai 15 ribu orang.

Sementara itu, EDL bertugas mengondisikan lapangan. Ia yang merekrut sekaligus mengatur distribusi korban kepada pelanggan.

Dari hasil penyidikan, keuntungan yang didapat dari operasional situsLendir.org mencapai Rp15 juta-Rp20 juta per tiga bulan. Pendapatan itu diklaim murni dari iklan. Sementara itu, dari perdagangan orang atau prostitusi daring, pelaku mengantongi Rp116,8 juta per tiga bulan.

Untuk modus yang digunakan, pelaku menawarkan korban kepada forum yang dioperasikan NMH. Foto dan profil korban dipasang berusia 16 tahun. Padahal, sebetulnya korban sudah berusia 18 tahun.

"Dan kita ungkap korban 4 orang, sementara (statusnya) menjadi saksi.


Barang bukti sindikat prostitusi daring Lendir.org. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Polisi menyita sejumlah barang dari tangan pelaku. Bukti itu seperti 2 laptop merek Acer, 1 laptop merek Asus, sejumlah buku tabungan sebagai bukti transaksi, modem, hardisk eksternal milik tersangka, dan dua buah baju seragam SMA.

Baca: Pacar Dijadikan PSK, Pemuda di Jakut Ditangkap

Atas tindakannya, NMH dikenakan Pasal 3, 4, 5 dan 10 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar. 

Sementara itu, tersangka EDL disangkakan pasal yang sama dengan NMH terkait tindak pidana perdagangan orang. Dia terancam hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp6 miliar.






(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id