Perlu Ada Pembenahan Manajemen Lapas Koruptor
Lapas Sukamiskin Bandung, Sabtu 21 Juli 2018. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap pemerintah tak pernah serius memberikan efek jera kepada para koruptor. Sebagai bukti, masih ditemukan sel mewah yang dihuni terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto. 

“Kalau saja tidak ada perilaku pengistimewaan, khususnya yang muncul dari pihak lapas, ini nggak akan mungkin terjadi. Ini terjadi karena adanya upaya, sikap, kompromi, serta dugaan kongkalikong Setya Novanto dengan oknum tertentu. Ini rahasia umum,” ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 15 September 2018.

Donal mengatakan fasilitas lapas untuk para koruptor butuh perbaikan serius dalam hal manajemen. Jangan sampai terjadi ketidakadilan antara kejahatan korupsi dengan kejahatan lainnya seperti maling, perampok, atau kejahatan teroris.


“Lapas butuh pembenahan serius dari segi manajemen fasilitas. Masak iya ada perbedaan langit dan bumi. Di kasus kejahatan lain, orang berdesak-desakan ingin tidur. Ini problem masif, nggak hanya Sukamiskin, tapi di banyak lapas," katanya.

Donal meminta Menteri Hukum dan HAM cepat menangani perkara itu dan menindak tegas oknumnya. Penindakan terhadap orang yang memberikan fasilitas tersebut perlu diberi tindakan tegas,” kata dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan komitmen Ditjen Pas Kementerian Hukum dan HAM dalam membenahi manajemen Lapas Sukamiskin. “Kami berharap perbaikan ini bisa dikonkretkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Baca: Ombudsman RI: Kamar Setnov di Sukamiskin 2 Kali Lebih Besar

Ombudsman RI menemukan kejanggalan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Sukamiskin pada Kamis, 13 September 2018. Anggota Ombudsman, Nanik Rahayu, mengaku memergoki M Nazaruddin tengah nongkrong di kamar Setya Novanto. 

Mantan Bendahara Partai Demokrat dan eks ketua DPR itu tengah asyik mengobrol di dalam kamar. “Mereka lagi nongkrong di situ. Soal apa yang diobrolkan, ya, saya nggak tahu,” kata Nanik.

Setya Novanto membantah temuan Ombudsman RI soal adanya keistimewaan yang diberikan Lapas Sukamiskin. "Enggak ada itu. Biasa itu," kata dia saat dijumpai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.
 
Novanto menyatakan kamar yang ditempatinya saat ini adalah kamar bekas tahanan lain. Oleh sebab itu, ukuran kamarnya sesuai dengan standar Lapas Sukamiskin. "Itu kan bekas lapas, enggak ada kok yang besar, sama sajalah, standardisasi sama," ujar dia.






(UWA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id