KPK Perpanjang Penahanan Bupati Ngada
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Kabupaten Ngada nonaktif Marianus Sae (MSA). Penahanan calon Gubernur NTT itu diperpanjang selama 30 hari ke depan.
 
"Penyidik melakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari untuk tersangka MSA," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.
 
Menurut Febri, masa penahanan Marianus diperpanjangan terhitung sejak 13 Mei 2018 sampai 11 Juni 2018. Perpanjangan penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.
 
Marianus ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Direktur Utama PT Sinar 99 Permai, Wihelmus Iwan Ulumbu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Suap diberikan Wilhelmus kepada Marianus agar sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada digarap oleh perusahaan kontraktor yang dikelola Wilhelmus.

Baca: KPK Telisik Aliran Dana Suap Bupati Ngada

Atas perbuatannya, Wilhelmus sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara, Marianus dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id