Syafruddin Undang Itjih Nursalim ke Rapat Penyelesaian Utang BDNI

Damar Iradat 12 Juli 2018 18:29 WIB
kasus blbi
Syafruddin Undang Itjih Nursalim ke Rapat Penyelesaian Utang BDNI
Mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) BPPN Muhammad Syahrial - MI/Sayuti.
Jakarta: Bekas Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung disebut pernah mengundang istri Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim untuk hadir dalam rapat. Adapun rapat membahas utang Bank Dagang Nasional Indonesia. 

Hal tersebut diungkap oleh mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) BPPN Muhammad Syahrial saat bersaksi untuk Syafruddin selaku terdakwa kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk BDNI. 

Awalnya, jaksa mengonfirmasi keterangan Syahrial dalam berita acara pemeriksaan. Dalam keterangannya, istri pemilik PT Gajah Tunggal itu datang untuk mewakili Sjamsul. Rapat digelar pada 21 Oktober dan 29 Oktober 2003.


Padahal, kata dia, rapat internal itu membahas soal utang petambak PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM) kepada BDNI.

(Baca juga: Syafruddin Instruksikan Utang Petambak tak Dibebankan ke Sjamsul Nursalim)

"Kehadiran Itjih Nursalim mewakili pihak Sjamsul Nursalim pada 21 dan 29 Oktober 2003 adalah atas permintaan ketua BPPN melalui Deputi Ketua AMI (Aset Manajemen Investasi). Ini benar keterangan saksi?" tanya jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018.

Syahrial membenarkan keterangannya. Dia bilang, yang berwenang mengundang pihak obligor dalam rapat adalah kepala BPPN. 

"Betul. Karena memang hanya bisa yang punya kewenangan ketua dan deputi AMI," jawab Syahrial lugas.

Syahrial tak mengetahui pasti alasan Syafruddin mengundang Itjih, yang juga pemegang saham dalam rapat tersebut. Namun, dalam rapat, Syafruddin menginstruksikan agar utang petani tambak PT Dipasena dan PT WM tak dibebankan kepada Sjamsul selaku pemegang saham BDNI.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id