Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Penuhi Panggilan Polisi, Yosi Mengaku Isi Acara DNA Pro di Surabaya

Nasional polri Penegakan Hukum Investasi Bodong Penipuan investasi Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 22 April 2022 14:42
Jakarta: Penyanyi Herman Josis Mokalu alias Yosi Project Pop memenuhi panggilan Bareskrim Polri sebagai saksi terkait kasus investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi. Yosi diperiksa terkait dugaan penerimaan aliran dana.
 
Pantauan Medcom.id, Yosi tiba mengenakan kemeja putih sekitar pukul 14.02 WIB. Dia datang bersama seorang pengacara. Dia mengaku datang hanya sebagai saksi.
 
"Cuma sebagai saksi, sempat mengisi acara di Surabaya beberapa bulan yang lalu," kata Yosi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yosi belum mau menjawab saat disinggung terkait DNA Pro. Yosi mengaku akan meladeni awak media usai pemeriksaan.
 
"Nanti pas keluar saja ya," ujar Yosi.  
 
Sejatinya, Yosi diperiksa pada Kamis, 21 April 2022. Namun, dia absen karena ada kegiatan lain. Pelawak Indonesia keturunan Minahasa, Sulawesi Utara, itu meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan tersebut hari ini.
 
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus memeriksa sejumlah figur publik dalam menelusuri aliran dana para tersangka. Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani alias Rossa telah diperiksa pada Kamis malam, 21 April 2022.
 
Rossa diperiksa karena sempat menyanyi dalam acara DNA Pro Akademi yang digelar di Bali pada Desember 2021. Rossa mengaku tak kenal dan tidak tahu menahu dengan DNA Pro tersebut. Namun, dia siap menyerahkan bayarannya dari DNA Pro untuk disita polisi.
 
Baca: Bayaran Nyanyi Rossa di Acara DNA Pro akan Disita Polisi
 
Selain Rossa, polisi telah memeriksa perancang busana Ivan Gunawan pekan lalu. Ivan berperan sebagai brand ambassador aplikasi investasi bodong tersebut. Dia menerima kontrak untuk mempromosikan DNA Pro sebesar Rp1 miliar. Fulus itu telah diserahkan ke polisi.
 
Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka dalam kasus DNA Pro. Sebanyak lima tersangka masih dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.
 
Tiga tersangka atas nama Daniel Zii, Eliazar Daniel Piri, dan Ferawaty dicekal dan diterbitkan red notice. Ketiganya diduga berada di Turki.
 
Polisi menaksir kerugian korban investasi bodong DNA Pro mencapai Rp97 miliar. Kini, polisi tengah menelusuri aset para tersangka dan memeriksa para artis yang diduga menerima aliran dana dari tersangka.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif